fbpx
Connect with us

Info Ringan

Lima Deretan Film Traveling yang Menegangkan

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Akhir-akhir ini, traveling seperti menjadi salah satu gaya hidup. Bagaimana tidak. Banyak traveller yang mulanya hanya menjadikan traveling sebagai hobi kini bisa dijadikan sumber pendapatan. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui mungkin adalah salah satu peribahasa yang cocok untuk para traveller ini. Jadi mereka bisa bekerja dan memperoleh pendapatan tanpa harus meninggalkan hobi mereka. Bagi Anda yang suka atau tertarik untuk traveling, tidak ada salahnya untuk memulai dengan menonton film dengan tema traveling berikut ini. Selain hanya menyuguhkan tentang keindahan alam atau serunya kisah selama perjalanan, namun film dengan tema traveling biasanya juga sarat akan nilai hidup dan pesan moral. Lalu, apa sajakah film yang patut ditonton untuk referensi perjalanan Anda, berikut lima deretan film rekomendasi dengan tema traveling yang menegangkan.

As Above So Below (2014)

Film yang dirilis pada tahun 2014 ini termasuk ke dalam film yang menggunakan teknik dokumenter. As Above So Below bukan hanya film yang menceritakan perjalanan dalam mencari batu bertuah, namun juga termasuk film yang mengandung unsur horor, misteri bahkan thriller. Jika kebanyakan film dengan tema traveling mengambil latar belakang alam terbuka atau lautan, maka film ini mengambil latar belakang yang berbeda. Film ini mengambil latar belakang kota bawah tan    ah di kota Paris. Tepatnya dibawah makam Flamel sedalam 370.5 kaki melalui Katakombe. Katakombe adalah sebuah kuburan massal di bawah tanah Paris yang terdapat 6 juta mayat. Di dalam kota bawah tanah ini, Scarlett Marlowe, seorang profesor arkeolog yang bertujuan mencari batu bertuah, dengan temannya George, Benji dan dibantu oleh Zed, Souxie, dan Papillon memulai perjalanan. Sejak awal perjalanan mereka, sudah banyak hal-hal diluar logika yang menimpa mereka. Beberapa orang sudah meminta untuk menghentikan perjalanan karena merasa hal yang buruk akan terjadi. Namun, Scarlett bersikeras untuk tetap melanjutkan perjalanan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sejak awal. Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan membingungkan karena penuh dengan misteri dan teka-teki, akhirnya mereka berhasil menemukan batu bertuah tersebut. Namun Papillon, Souxie dan Zed lebih tertarik dengan harta karun yang ada di dalam ruang bawah tanah tersebut. Karena keserakahan mereka, maka mereka tertimpa musibah. Bahkan hingga meninggal dunia satu per satu. Akhirnya, hanya 3 orang yang tersisa dan berhasil menemukan jalan keluar. Anehnya, mereka keluar melalui lubang penutup got di tengah jalan, padahal selama ini mereka selalu berjalan kebawah tanah.

Wild (2014)

Film biografi yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang perjalanan seorang Cheryl Strayed dalam menyusuri PCT atau Pacific Crest Trail. Pada dasarnya Cheryl bukanlah seorang yang memiliki pengalaman dalam mendaki gunung atau melakukan perjalanan yang panjang. Ia melakukan perjalanan ini untuk kembali menemukan jati dirinya. Selain itu dia juga berusaha untuk memulihkan rasa kehilangan yang teramat sangat setelah kematian ibunya dan perceraiannya dengan suaminya,Paul. Selama perjalanan, Cheryl seringkali mengingat kejadian di masa lalunya. Masa kecilnya saat bersama ibunya, hingga masa dimana dia mulai menghancurkan hidupnya karena tidak sanggup menahan sedih setelah ibunya meninggal karena kanker. Suatu hari dalam perjalanannya, ia sempat terpikir untuk menyerah dan menghentikan perjalanan tersebut. Namun, ia kembali teringat dengan segala kejadian buruk di masa lalu. Dengan begitu, ia kembali bertekad untuk menyelesaikan perjalanannya. Ia ingin perjalanannya kali ini bisa menebus segala kesalahannya di masa lalu. Setelah melakukan perjalanan yang panjang selama 94 hari, Cheryl berhasil sampai di Bridge of the Gods, yang menjadi akhir dari perjalanannya. Di sana ia mulai merasa kembali menemukan semangat hidupnya. Cheryl mulai menata rencana untuk hidupnya kedepan.

Berita Lainnya  Empat Alasan Untuk Tidak Memakai Tisu Basah dalam Perawatan Wajah Setiap Hari

Into The Wild (2007)

Film yang diangkat dari buku karya Jon Krakauer ini tayang pada tahun 2007 silam. Film ini juga diangkat dari kisah nyata seorang mahasiswa yang baru saja lulus. Bukannya melanjutkan studinya atau bekerja, pria ini malah memutuskan untuk menjauh dari kehidupan yang selama ini dijalaninya. Perjalanannya yang panjang membuatnya bertemu dengan banyak orang dan mendapatkan kisah baru. Beberapa diantara memintanya untuk tetap tinggal. Namun Christ tidak ingin tetap diam dan tetap ingin hidup di alam liar. Sesuai dengan apa yang ada di hatinya. Dalam perjalanannya, ia menemukan sebuah mobil yang sudah tua. Ada sebuah kasur dan beberapa barang yang sudah tampak lama ditinggalkan. ia kemudian menjadikan mobil ini menjadi rumahnya. Bahkan memberinya nama magic bus. Christ bertahan hidup bergantung pada alam. Ia memburu binatang untuk makan dan memakan tanaman yang ada di sekitarnya. Namun tidak berselang lama, hal yang buruk menimpa Christ. Musim mulai berganti. Beberapa binatang mulai pergi dan tanaman juga sudah tidak tumbuh lagi. Ia kelaparan dan kesulitan bertahan hidup. Akhirnya ia jatuh sakit. Ia membasuh dirinya sendiri. Berbaring di atas kasur dan menatap ke langit. Ia menyadari bahwa ia akan mati. Semua kenangan indah selama hidupnya mulai terbayang seperti sebuah film yang sedang ia tonton. Akhirnya, ia menghembuskan napas terakhirnya. Mayatnya ditemukan dua minggu kemudian oleh pemburu yang melihat magic bus.

Tracks (2014)

Film Tracks diangkat berdasarkan kisah nyata. Film ini bercerita tentang perjalanan seorang perempuan muda bernama Robyn Davidson dalam melintasi gurun Australia yang tandus dan kering bersama dengan 4 ekor unta dan anjing peliharaannya yang diberi nama Diggity. Unta-unta ini ia peroleh dari seorang peternak unta. Sebelumnya, peternak unta tersebut juga mengajari Robyn bagaimana caranya menangkap unta liar. Robyn juga diajarkan bagaimana caranya menjinakkan unta liar. Dengan begitu, ia bisa melatih unta untuk membawakan barang-barang miliknya selama perjalanan. Di tengah perjalanannya, beberapa orang teman Robyn datang dan menemuinya. Bahkan salah seorang diantaranya menawarkan diri untuk meliput kehidupannya di alam liar bersama para unta. Awalnya Robyn keberatan jika perjalanannya diliput. Namun kemudian Robyn menerima tawaran tersebut setelah tau bahwa ia akan mendapat sponsor dan uang. Dalam perjalanannya, Robyn harus kehilangan Diggity karena anjing kesayangannya tersebut tidak sengaja memakan makanan yang beracun. Ia kemudian merasa putus asa dan berat sekali untuk melanjutkan perjalanannya. Dengan berat hati, Robyn kembali melanjutkan perjalanannya dan sampai di ujung pantai Samudra Hindia. Ia berhasil membuktikan bahwa ia adalah perempuan tangguh yang mampu melintasi gurun Australia.

Berita Lainnya  Tips Menghilangkan Komedo Putih Pada Wajah

Meru (2015)

Meru merupakan salah satu film dokumenter yang mengangkat cerita tentang pendakian 3 orang pendaki gunung profesional. Mereka adalah Conrad Anker, Jimmy Chin, dan Renan Oztruk. Mereka bertiga berencana untuk mencapai puncak Meru yang berada di barisan pegunungan Himalaya. Pendakian yang mereka rencanakan akan memakan waktu 7 hari, ternyata berubah saat tiba-tiba badai yang sangat besar terjadi. Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan karena tidak mungkin melalui badai yang besar tersebut. Cadangan makanan semakin menipis dan tidak akan cukup jika pendakian tetap dilanjutkan. Akhirnya pendakian dihentikan. Namun Conrad tetap bersikukuh untuk mencapai puncak Meru. Meru merupakan salah satu gunung yang sangat sulit untuk di daki karena jalurnya curam, licin dan berbahaya. Terutama pada bagian punggung hiu. Yaitu jalur curam dengan ketinggian 4.000 kaki. Berbeda dengan Himalaya, pendakian menuju puncak Meru tidak bisa dibantu oleh porter yang bertugas membawa barang bawaan pendaki. Jadi, semua barang bawaan harus dibawa masing-masing. Setelah pendakian pertama yang gagal, mereka kembali memutuskan untuk kembali mendaki Meru. Tentunya dengan persiapan yang lebih matang lagi. Dengan segala rintangan yang hampir membuat mereka kembali menyerah, mereka berhasil menjadi orang pertama yang mencapai puncak Meru. Selain mengajarkan untuk tidak mudah menyerah, film ini juga menggambarkan persahabatan yang kuat, tidak egois dan saling percaya. Dengan kerjasama tim yang baik mereka berhasil mencapai puncak Meru yang terkenal sulit di daki.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler