Pemerintahan
Gelombang Pasang Masih Porak-porandakan Pantai Selatan, Wakil Bupati Tuding Tim Revitalisasi Pantai Tak Bekerja
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mempertanyakan kinerja tim revitalisasi pantai. Tim ini sebenarnya telah terbentuk sejak 2017 silam ketika gelombang pasang untuk pertama kalinya memporak-porandakan kawasan pantai selatan.
Masih banyaknya kerusakan yang terjadi akibat gelombang pasang pada 2018 ini dinilai menunjukkan bahwa tim revitalisasi pantai tidak bekerja.
Immawan mengatakan, penataan kawasan pantai sebenarnya sangatlah penting. Selain meminimalisir kerugian akibat gelombang tinggi atau bencana lainnya yang dialami para pelaku usaha, dengan adanya penataan yang baik, pantai di Gunungkidul akan semakin nyaman untuk para wisatawan. Untuk itulah maka sepandan pantai seharusnya menjadi wilayah steril dari bangunan.
"Saya pertanyakan tim yang ada sejak 2017 di bawah asek 1 dulu (Tommy Harahab). Janjinya enam bulan sudah ada revitalisasi pantai. Tapi sampai saat ini tidak ada apa-apa," ujar Immawan ketika berada di Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari beberapa waktu lalu.
Langkah ke depan, lanjut Immawan, dirinya akan langsung melakukan komunikasi dengan Bupati Gunungkidul terkait pentingnya revitalisasi kawasan pantai. Dirinya pun siap jika ditunjuk menahkodai tim nantinya.
"Saya akan bicara ke Ibu Bupati (Badingah) terkait pentingnya revitalisasi sekitaran pantai ini. Saya akan bantu pastinya, nanti ditunjuk penasihat, pembimbing atau lainnya saya siap," kata Immawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Aris Riyanta ketika melakukan kunjungan di Pantai Drini mengatakan, penataan pantai mutlak harus dilakukan. Sebab menurutnya tidak ada bangunan apapun menutupi pantai yang merupakan public spaces.
"Masyarakat memiliki hak untuk menikmati keindahan alam tanpa terhalang bangunan. Dalam hal ini Pemkab akan mengendalikan tata ruang," katanya.
Ia mengatakan perlu ada peraturan daerah (Perda) mengenai tata ruang wilayah mengenai sempadan pantai. Sehingga jika masyarakat membangun bangunan di daerah pantai dapat lebih aman.
Wacana maupun gagasan terkait penataan pantai disambut baik oleh Ketua Pokdarwis Pantai Drini, Marjoko. Pihaknya mengaku siap jika nantinya dilakukan penataan.
"Kami selaku pokdarwis berupaya semaksimal mungkin dalam penataan, seperti apa nanti master plannya kami siap untuk mengikuti," tandasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
