Pariwisata
Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar
Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi Rp63,2 miliar. Hingga 20 Oktober 2026, realisasi penerimaan retribusi pariwisata telah mencapai 93,08 persen dari target terbaru tersebut.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan capaian tersebut sejalan dengan tren kunjungan wisatawan yang menunjukkan perkembangan positif. Hampir setiap minggunya kunjungan wisatawan terus membludak.
Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, penerimaan retribusi pariwisata tercatat sebesar Rp58.850.414.075 dari target Rp63.223.533.800. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 4.782.505 orang dari target awal sebanyak 5.212.506 orang.
“Target tersebut merupakan target baru yang disepakati oleh DPRD Kabupaten Gunungkidul bersama jajaran eksekutif dan tertuang dalam APBD Perubahan 2026,” terang Eko Nur Cahyo, Kamis, (22/10/2026).
Eko menyebut, peningkatan target PAD didasarkan pada potensi pariwisata Gunungkidul yang masih cukup besar. Kawasan pantai selatan masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Gunungkidul. Dominasi tersebut terlihat pada destinasi pantai umum maupun pantai yang dikembangkan dengan daya tarik buatan oleh investor.
Sementara itu, untuk destinasi selain pantai, seperti kawasan gunung, air terjun, sungai, dan objek wisata lainnya, pemerintah daerah masih berupaya merumuskan strategi yang tepat agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.
“Kawasan pantai masih mendominasi. Sedangkan untuk jenis obyek wisata lain masih belum optimal. Saat ini kami masih mencar format yang tepat dalam pengembangannya agar obyek wisata lain juga semakin ramai pengunjung,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya optimis target PAD yang baru nantinya juga akan terpenuhi di akhir tahun. <span;>Untuk mengoptimalkan penerimaan, pihaknya terus melakukan berbagai pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia yang bertugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap petugas di lapangan. Dengan demikian, potensi kecurangan yang dapat menyebabkan kebocoran PAD diharapkan dapat diminimalkan.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudayanti, mengatakan perubahan target PAD pariwisata 2026 merupakan keputusan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif. Target yang kini mencapai sekitar Rp63,2 miliar tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan tingginya kunjungan wisatawan, baik pada akhir pekan, hari biasa, maupun saat momentum libur panjang.
Menurutnya, potensi pariwisata Gunungkidul masih sangat menjanjikan sehingga layak menjadi salah satu sektor andalan dalam mendongkrak pendapatan daerah.
“Potensi wisata cukup bagus sehingga PAD dinaikkan. Selama ini sektor wisata menjadi salah satu penopang PAD Bumi Handayani,” ujarnya.
Ery optimistis target penerimaan retribusi pariwisata tersebut dapat terpenuhi hingga akhir tahun. Bahkan, ia berharap realisasinya mampu melampaui target yang telah ditetapkan.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan serta transparansi dalam pengelolaan penerimaan retribusi. Menurutnya, capaian pendapatan yang tinggi perlu diimbangi dengan tata kelola yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh daerah.
Selain itu, inovasi pengembangan pariwisata juga perlu terus dilakukan dengan menyesuaikan potensi lokal Gunungkidul dan perkembangan zaman. Dengan strategi yang tepat, destinasi wisata Gunungkidul diharapkan tetap kompetitif dan menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata.
“Pemerintah perlu terus menghadirkan inovasi yang relevan agar wisata Gunungkidul tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berekreasi,” tandasnya.
-
Uncategorized3 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial4 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
