Pemerintahan
Temuan Kasus Antraks di Mulusan, Lima Warga Kontak Erat dalam Pantauan
Wonosari,(pidjar.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul bersama Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) melakukan penanganan terhadap temuan kasus antraks di Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, satu orang dinyatakan positif terinfeksi antraks pada akhir Seprember 2026 setelah memiliki riwayat kontak erat dengan ternak.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan, pada waktu itu terdapat satu orang warga yang memeriksakan diri ke Puskesmas dengan keluhan ada luka koreng (lesi) dan disertai deman. Saat itu, petugas media langsung mengambil sampel luka tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.
Beberapa hari kemudian, hasil uji lab keluar dan yang bersangkutan dinyatakan positif antraks.
Petugas dari puskesmas dan pusat kesehatan hewan (Puskeswan) telah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Satu positif. Terdapat sekitar empat hingga lima orang yang melakukan kontak saat kejadian tersebut,” paparnya.
Pasca penanganan di lapangan, hingga saat ini, belum ditemukan penambahan kasus baru dari kejadian tersebut. Pasien yang dinyatakan positif setelah mendapatkan pengobatan saat ini sudah sehat kembali.
“Yang bersangkutan diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan ternak,” jelasnya.
Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat masih tetap melakukan pengawasan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus baru. Dinkes bersama instansi terkait akan melakukan pemantauan selama 60 hari sejak temuan kasus tersebut.
“Prinsip kita pantau selama 60 hari dan tidak ada tambahan,” jelasnya.
Selain pemantauan kesehatan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyebaran antraks. Petugas memberikan pemahaman mengenai penanganan ternak yang mati atau diduga terjangkit penyakit menular, termasuk larangan mengonsumsi maupun menjual dagingnya.
Ismono mengakui, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah kebiasaan masyarakat melakukan purak atau brandu, yakni membagikan daging ternak yang mati kepada warga untuk dikonsumsi.
Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu terus diedukasi agar masyarakat memahami risiko penularan penyakit, terutama ketika ternak mati akibat penyakit yang berpotensi menular kepada manusia.
“Ini yang perlu diedukasi, agar hewan yang mati tidak dikonsumsi atau dijual, tetapi dikubur,” tegasnya.
Sesuai ketentuan yang berlaku, ternak yang mati dan harus dikubur dapat diajukan untuk mendapatkan kompensasi dari pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Pangan. Petugas akan melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan penanganan ternak telah sesuai dengan ketentuan sebelum proses kompensasi ditindaklanjuti.
Melalui koordinasi antara Dinkes, DPP, puskesmas, dan Puskeswan, Pemkab Gunungkidul berupaya mencegah penularan antraks sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menangani ternak yang sakit maupun mati mendadak.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi. Pasca adanya penemuan kasus antraks di Mulusan, Paliyan pihaknya melalui bidang kesehatan hewan langsung bergerak cepat. Pengambilan sampel di lokasi, vaksinasi ternak 1 padukuhan, hingga penyiraman/penyemprotan telah dilakukan petugas.
“Prosedur terhadap laporan, petugas kami melakukan identifikasi di lapangan penanganan sesuai SOP telah dilakukan. Selain identifikasi petugas juga mengedukasi masyarakat agar apabila ternak mati langsung dikubur dan lapor ke Puskeswan atau dinas,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
