Sosial
Profil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
Wonosari, (pidjar.com)- AKBP Rosana Albertina Labobar dipercaya menjabat sebagai Kapolres Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perwira menengah Polri ini memiliki rekam jejak dalam pemberantasan narkotika jaringan internasional, termasuk terlibat dalam pengungkapan kasus penyelundupan 1 ton sabu di Anyer, Banten.
Penunjukan Rosana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP/2026 tertanggal 30 Agustus 2026. Perempuan kelahiran Tanimbar, Maluku, pada 1986 tersebut menggantikan AKBP Damus Asa sebagai pimpinan Polres Gunungkidul.
Rosana merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2007. Sepanjang kariernya, ia banyak bertugas di bidang reserse dan pemberantasan narkotika, termasuk saat menjadi bagian dari tim yang mengungkap sindikat penyelundupan narkotika jaringan internasional.
Salah satu kasus besar yang pernah ditanganinya adalah pengungkapan penyelundupan sabu seberat 1 ton di Anyer, Banten. Keterlibatannya dalam pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu catatan prestasi dalam perjalanan kariernya di kepolisian.
Atas prestasinya di bidang penegakan hukum, Rosana menerima sejumlah penghargaan. Di antaranya, Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) pada 2017 yang disebut menjadikannya satu-satunya Polwan perwira lulusan Taruni Akpol yang meraih penghargaan tersebut.

Selain itu, Rosana juga memperoleh Pin Emas Ibu Presiden pada 2019 dan tiga Pin Emas Kapolri atas berbagai prestasi serta dedikasinya dalam menjalankan tugas kepolisian.
Tak hanya memiliki pengalaman di bidang pemberantasan narkotika, Rosana juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara Polda Sulawesi Tenggara, Wakasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, hingga Kapolsek Tanjung Duren dan Kapolsek Tambora di wilayah Jakarta Barat.
Rosana juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Menteng Polres Metro Jakarta Pusat. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan menangani berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan metropolitan.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolres Gunungkidul, Rosana bertugas sebagai Kasi Sidik Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. Ia juga tercatat menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) angkatan 63 pada 2023 dengan predikat Polwan terbaik.
Kini, pengalaman panjang Rosana dalam penanganan kejahatan berat dan pengelolaan keamanan di berbagai wilayah menjadi bekal untuk memimpin Polres Gunungkidul.
Di wilayah yang dikenal memiliki banyak destinasi wisata pantai dan kawasan pedesaan tersebut, Rosana dihadapkan pada tantangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan kepolisian berjalan optimal.
Kepemimpinan Rosana diharapkan mampu memperkuat penegakan hukum, menjaga kondusivitas wilayah, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Gunungkidul.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
