Pemerintahan
Berang Program-programnya Dihabisi, Suharno : Ini Politis, Yang Rugi Rakyat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dicoretnya sejumlah proyek seperti diantaranya pembangunan Sirkuit Balap Semanu dan Embung Raksasa Dadapayu membuat mantan Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno berang. Pencoretan ini disebutnya lebih bermuatan politis, dan hanya bertujuan untuk menghabisi program-program yang digagasnya.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Suharno menyatakan bahwa pasca lengsernya ia dari jabatan Ketua DPRD Gunungkidul, ia memang merasa sejumlah program yang digagasnya sengaja untuk digugurkan. Suharno sendiri enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai siapa yang berniat untuk mencoret program-program tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa saat ini ada belasan program yang digagasnya dipaksakan untuk dicoret.
“Ada beberapa yang krusial seperti pembangunan sirkuit, embung raksasa, pengadaan tanah untuk pembangunan wisma, dan masih banyak lainnya,” keluh dia, Minggu (09/09/2018) siang.
Suharno menduga, keputusan pencoretan ini sangat kental dengan nuansa politis. Pasalnya, hampir seluruh program yang digagasnya tersebut telah dalam proses dan selama ini tak pernah ada masalah. Seperti misalnya untuk pembangunan Sirkuit Semanu yang bahkan telah dilakukan pembebasan lahan tahap pertama.
“DED (Detailed Engineering Design) nya sudah siap juga,” papar Suharno.
Demikian juga untuk pembangunan Embung Dadapayu. Embung yang diproyeksikan bisa digunakan sebagai sumber air bagi warga Kecamatan Semanu dan sekitarnya ini juga telah terbahas hingga tingkat pusat. Penganggaran juga sudah dilaksanakan dalam APBD, sementara di KUA PPAS telah tercover anggaran sebesar 37 miliar.
“Ini solusi untuk mengatasi kemiskinan air, kok malah dicoret,” geram dia.
Suharno meminta kepada semua pihak agar lebih dewasa. Ada baiknya semua keputusan semacam ini, dilakukan atas dasar pertimbangan kepentingan rakyat, dan bukan atas dasar politik apalagi perihal suka tidak suka.
“Ini yang rugi rakyat lho, bukan saya. Kalau masalah politik juga tidak terkait saya karena kebetulan saya maju dari Dapil lainnya,” imbuh dia.

Demas Kursiswanto saat dilantik menjadi Ketua DPRD Gunungkidul beberapa waktu lalu
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto menyatakan tak tahu menahu perihal keputusan pencoretan sejumlah proyek besar di Gunungkidul. Menurut Demas, praktis ia baru sekitar seminggu ini menjabat sebagai Ketua DPRD sehingga belum ada keputusan krusial yang dibuat.
“Saya ini baru dilantik pada 3 September, sedangkan penetapan KUA PPAS 2018 sudah dilakukan pada 31 Agustus 2018,” sanggahnya.
Dikatakan Demas, sebenarnya terkait program-program yang ada tersebut, relative sudah sangat bagus. Meski demikian, tentunya diperlukan kajian-kajian akademis lanjutan. Jangan sampai nantinya program dibuat hanya serampangan saja dan putus di tengah jalan. Artinya, perencanaan proyek ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan tidak asal-asalan. Apalagi proyek-proyek yang menjadi polemik saat ini adalah proyek dengan biaya yang tak sedikit, sehingga perlu juga dipertimbangkan terkait peruntukan dan tujuannya. Harapannya, seluruh hasil pembangunan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak.
“Kita perlu hati-hati, tidak boleh itu sekedar membelanjakan anggaran yang begitu banyak. Itu kan uang rakyat. Mungkin ini pertimbangan dari eksekutif untuk sementara mencoret program-program ini, jadi bukan politis,” bebernya.
Ketimbang berpolemik dalam proyek yang dicoret tersebut, Demas mengaku akan lebih berkonsentrasi dalam memenuhi target yang dipasangnya saat menjabat Ketua DPRD Gunungkidul pada masa setahun ini. Ia menyatakan akan berkonsentrasi penuh dalam beberapa hal, salah satunya adalah pembangunan sektor pariwisata. Sektor ini disebutnya sangat potensial menjadi kekuatan utama Kabupaten Gunungkidul di masa mendatang.
Bagaimana caranya memberikan fasilitas serta sarana dan prasarana kepada masyarakat agar nantinya bisa berinovasi dalam menggarap lokasi wisata sehingga memilik daya tarik tersendiri di kalangan wisatawan. Dengan begitu, maka akan semakin banyak dan bervariasi obyek-obyek wisata di Gunungkidul yang berimbas pula pada semakin melonjaknya tingkat kunjungan wisatawan.
“Saya ingin Gunungkidul menjadi salah satu destinasi wisata terbaik,” pungkasnya. (Renna Anggabenta)
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
