Peristiwa
Dua Pedagang Keliling Dinyatakan Positif Corona, Ratusan Warga Karangmojo Jalani Rapid Test
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kesehatan Gunungkidul terus melakukan tracing terhadap klaster baru covid-19 di Kecamatan Karangmojo. Dalam dua hari terakhir ini tercatat ada ratusan orang dari sejumlah wilayah yang diduga berinteraksi dengan dua orang penjual keliling tersebut. Bahkan, tidak hanya di Kecamatan Karangmojo saja, melainkan puskesmas lain juga melakukan rapid test.
Camat Karangmojo, Marwata Hadi mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi bahwa rapid tes akan dilakukan selama 3 hari sejak ditetapkannya dua orang warga Karangmojo positif Covid-19. Dari data awal tercatat ada 229 bakal menjalani rapid test.
“Rencana awal rapid tes akan dilakukan kepada 229 orang, namun ternyata masih ada penambahan,” kata Marwata, Kamis (04/06/2020).
Ia menambahkan, tracing tersebut akan dilakukan oleh petugas Puskesmas Karangmojo 2 dan dibantu dari Relawan Desa Bejiharjo dan Relawan Pedukuhan masing-masing.
“Untuk hasil total dari rapid tes belum, karena hingga ini dan besok masih melanjutkan rapid tes,” kata dia.

Ia menambahkan, dua orang positif tersebut diketahui sebagai sopir pengantar ikan dari Semarang ke Yogyakarta. Kemudian mereka pulang ke Karangmojo dan menimbulkan dampak di tengah warga.
“Mereka tidak berjualan di Karangmojo, hanya sopir saja. Kemudian mereka pulang dan melakukan interaksi,” terang dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan tracing dilakukan dalam dua hari terakhir setelah kasus diketahui kali pertama pada Senin (01/06/2020) lalu. Pada hari selanjutnya, petugas medis dari puskesmas langung melakukan tracking.
“Tracing Selasa (02/06/2020) kemarin menyasar 149 orang dengan 8 orang rapid tes reaktif,” kata Dewi.
“Lebih dari itu (149) perkiraan kita, karena sekarang juga masih tracing. Puskesmas wilayah lain juga tracing. Hari ini ada 122 yang rapid tes dan reaktif 1,” sambung dia.
Lebih lanjut dikatakan, tracing secara luas terus dilakukan karena mobilitas dua orang positif tersebut cukup tinggi. Sebab mereka berprofesi sebagai pedagang keliling yang memiliki pelanggan cukup banyak.
“Kasus ke 38 dan 39 ini mereka berdagang. Mengambil barang dari wilayah Semarang kemungkinan interaksi tinggi,” beber dia.
Sebagaimana diketahui, temuan dua orang positif di Karangmojo, diketahui berawal dari Pasar Kobong Semarang yang merupakan salah satu lokasi klaster pemyebaran virus covid19. Semula ada 3 warga yang dilaporkan kepada puskesmas.
Namun setelah pemeriksaan dan mengikuti proses pemeriksaan RDT pada 25 Mei 2020 lalu, dua diantaranya reaktif dan satu non reaktif. Keduanya kemudian diambil swab keluar tanggal 30 Mei positif.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
