Budaya
Kirab Pusaka Hingga Pertunjukan Seni Budaya Meriahkan Hari Jadi Karangtengah ke-110
Karangtengah,(pidjar.com)– Kirab Pusaka menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Jadi Kalurahan Karangtengah ke-110. Prosesi yang digelar Kamis (8/10/2026) sore itu bukan sekadar mengarak benda pusaka, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap dikenal oleh generasi penerus.
Salah seorang panitia peringatan Hari Jadi Karangtengah, Gilang mengatakan kirab tersebut memiliki arti penting dalam rangkaian peringatan hari jadi. Prosesi dimulai dengan penjemputan pusaka berupa tombak milik Kalurahan Karangtengah dari Besalen Brojo Aji, yang dahulu merupakan tempat milik Mpu Godho Priyantoko.
“Kirab ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Hari Jadi Kalurahan Karangtengah ke-110. Bregada Prawirorejo mendapat tugas menjemput pusaka dari Besalen Brojo Aji, kemudian membawanya melalui prosesi kirab menuju Balai Kalurahan Karangtengah,” ujar Gilang.
Menurutnya, keterlibatan Bregada Prawirorejo turut memperkuat nuansa tradisi dalam prosesi tersebut. Kirab pusaka menjadi wujud penghormatan terhadap peninggalan leluhur sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Setelah tiba di Balai Kalurahan Karangtengah, tombak tersebut diserahkan kepada lurah melalui prosesi serah terima. Pusaka itu kemudian diberi nama Tombak Reksojati.
Gilang menjelaskan, nama Reksojati memiliki harapan dan makna yang berkaitan dengan penjagaan serta pengayoman masyarakat.
“Harapannya, Tombak Reksojati tidak hanya menjadi benda pusaka, tetapi juga menjadi simbol penjagaan, keteguhan, dan pengayoman bagi seluruh masyarakat Kalurahan Karangtengah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kirab tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang disusun untuk memeriahkan hari jadi sekaligus memberi ruang bagi pelestarian tradisi lokal.

Sebelum kirab digelar, rangkaian kegiatan diawali dengan jamasan pusaka pada Kamis siang. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan kirab pada sore hari, disusul penampilan kesenian tradisional Thoklik pada malam harinya.
“Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada kirab saja. Pada malam harinya juga dilaksanakan Malam Tirakatan yang disertai sejumlah prosesi berkaitan dengan pusaka,” kata Gilang.
Sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Jadi Kalurahan Karangtengah ke-110, panitia menjadwalkan pagelaran wayang dengan dalang Ki Sumarno Purbo Carito.
Gilang berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan menghargai peninggalan leluhur. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan masyarakat agar warisan yang dimiliki Kalurahan Karangtengah tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
