Connect with us

Uncategorized

Polemik On The Rock, Manajemen Sebut Banyak Oknum Menumpangi Hingga Minta Uang Pelicin Penyelesaian Permasalahan

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)- Manajemen On The Rock mengungkap adanya pihak yang disebut menunggangi polemik yang tengah dihadapi perusahaan. Pihak tersebut disebut mengaku bisa menyelesaikan berbagai persoalan dengan mengatasnamakan wartawan.

Perwakilan manajemen On The Rock, Tarko Sudiarno, mengatakan pihaknya telah mengetahui dugaan keterlibatan oknum tersebut. Hal itu disampaikan Tarko di hadapan awak media, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Tarko, oknum tersebut menawarkan diri seolah-olah dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi On The Rock. Oknum itu disebut mengaku memiliki akses kepada sejumlah individu yang terlibat dalam polemik.

“Modusnya dia seolah-olah bisa menyelesaikan permasalahan dan mengaku sudah memegang kunci-kuncinya beberapa individu,” kata Tarko.

Tarko menyebut nominal yang diminta untuk kepentingan tersebut mencapai Rp 4,8 miliar. Selain itu, ada pula permintaan uang lain sebesar Rp 15 juta per bulan yang disebut telah berjalan selama tiga bulan.

Menurutnya, uang Rp 15 juta tersebut disebut sebagai bagian dari kerja sama dengan dalih untuk kepentingan golongan.

“Setelah tiga bulan berjalan itu, saya meminta untuk stop. Kemudian oknum tersebut meminta rapat dulu. Lha di Jogja saja kerja sama dengan media kelas atas saja nggak sampai segitu,” ujarnya.

Tarko mengatakan oknum tersebut berdalih kondisi wartawan saat ini sulit mendapatkan penghasilan. Namun, pihak On The Rock mengaku tidak mengetahui secara jelas penggunaan uang Rp 15 juta yang diberikan setiap bulan tersebut.

Berita Lainnya  Jogja Komik Weeks Digelar Keenam Kalinya, Singgung Konsistensi Komikus

Dia menjelaskan, selama memberikan uang tersebut, pihaknya mendapatkan sejumlah benefit berupa promosi wisata On The Rock serta pemberitaan mengenai hal-hal positif. Adapun nominal Rp 15 juta tersebut tidak ada bukti kwitansi.

“Terkait untuk komisi buat dia, saya tidak tahu. Tetapi yang jelas tiap bulan dia meminta Rp 15 juta yang kita sendiri nggak tahu nominal tersebut lari ke mana,” imbuhnya.

Tarko juga mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah oknum tersebut berperan dalam memobilisasi warga dalam polemik yang terjadi di sekitar On The Rock.

Namun, dia menyebut oknum tersebut mengklaim memiliki akses atau ‘kunci’ terhadap sejumlah pihak sehingga dapat meredam persoalan.

“Bukan hanya warga tapi semuanya yang berpolemik ini, ngakunya dia memegang semua kuncinya sehingga bisa menjanjikan dengan nilai tersebut,” ujarnya.

Tarko menilai munculnya permintaan uang dalam jumlah besar tersebut tidak terlepas dari besarnya pajak yang disetorkan On The Rock kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gunungkidul.

Berita Lainnya  Empat Kebakaran dalam Sehari, Lahan Hingga Kandang Hangus di Gunungkidul Hangus Dilalap Api

Di sisi lain, dia merasa On The Rock terus menjadi sasaran sorotan meski menurutnya masih terdapat perusahaan lain yang juga memiliki persoalan atau kekurangan.

“Di samping dengan menyebutkan nilai tersebut, saya merasa selalu yang diserang pihak kita terus, sementara masih banyak perusahaan lain yang juga masih ada kekurangan,” katanya.

Tarko mengatakan pihaknya saat ini memilih menahan diri dan berupaya meredam kondisi agar persoalan tersebut tidak melebar ke ranah hukum.

“Ya biar yang bersangkutan dengar saja dan menghentikan caranya seperti itu. Kan merugikan kita semua di Gunungkidul, baik masyarakat maupun pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, On The Rock tengah menghadapi polemik terkait isu penggusuran warung warga dan penutupan akses jalan bagi masyarakat sekitar.

Persoalan tersebut memicu perdebatan panjang. Ratusan orang disebut tidak dapat masuk ke lokasi, sementara pihak pengelola On The Rock menegaskan informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan.

Masyarakat juga sempat menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Gunungkidul. Salah satu tuntutan yang disuarakan berkaitan dengan persoalan akses jalan di sekitar lokasi On The Rock.

Berita Lainnya  Kecelakaan di Simpang 4 Legundi Panggang, Pengendara Supra X Meninggal Dunia

Kesepakatan Damai dengan Lurah Banjarejo

Pada 24 September 2026 lalu, Tarko Sudiarno melakukan pelaporan secara resmi ke Polres Gunungkidul berkaitan dengan pencemaran nama baik. Hal ini dilakukan Tarko usai adanya video beredar di media sosial tentang statmen lurah berkaitan dengan pembongkaran mushola.

Bahwa sebelum adanya proyek pembangunan di kawasan On The Rock yang berbatasan dengan Wath Bolong terdapat sebuah mushola. Namun karena ada pembangunan dan tempat ibadah tersebut berada di kawasan On The Rock maka dibongkar oleh pihak pengembang. Sebelum pembongkaran, kontraktor telah melakukan pembuatan mushola di kawasan parkir sebagai gantinya.

Dalam kegiatan di Watu Bolong pada Rabu lalu, dipotongan video yang beredar, Lurah mengatakan sebaliknya hal ini menjadikan kesalah pahaman. Setelah adanya rundingan bersama maka dari pihak Tarko dan managemen perusahaan tersebut sepakat damai dengan Lurah dan melakukan pencabutan laporan di kepolisian.

“Sudah mencapai kesepakatan dan perdamaian,” jelasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler