Pemerintahan
Saat Petugas dan Warga Berjibaku Kembalikan Keindahan Pantai Selatan Yang Porak Poranda Dihantam Gelombang Pasang
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama warga masyarakat serta pelaku wisata bergerak cepat dalam menindaklanjuti situasi di kawasan pantai selatan yang porak-poranda diterjang gelombang pasang sejak seminggu silam. Petugas gabungan yang dibantu oleh masyarakat mulai melakukan pembersihan kawasan pantai dari puing-puing bangunan yang hancur. Proses pembersihan dilakukan lantaran saat ini gelombang sudah terpantau normal meskipun masih tinggi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan pembersihan sampah. Pihaknya sendiri all out dalam menerjunkan personel petugas kebersihan untuk tugas ini. Jika di hari biasa hanya ada 14 orang petugas kebersihan yang diterjunkan, untuk kali ini,sejumlah 50 personel diterjunkan.
“Kita sangat terbantu dengan bantuan personel dari relawan, SAR dan pokdarwis," kata Agus, Sabtu (28/07/2018).
Agus menyebut bahwa untuk membersihkan kawasan pantai agar bisa kembali indah memang membutuhkan usaha yang keras. Pasalnya, volume sampah yang ada saat ini memang sangat banyak. Adanya puing-puing bangunan yang hancur dihempas ombak menjadi penyumbang utama peningkatan volume sampah ini.
Ia menambahkan, ada tiga lokasi yang menjadi penyumbang terbesar kenaikan volume sampah, diantaranya adalah Pantai Drini, Pantai Sepanjang dan Pantai Indrayanti. Ketiga kawasan ini memang merupakan kawasan yang paling parah terdampak amukan gelombang pasang.
“Untuk peningkatan volume sampah secara pasti belum dapat kita perhitungkan, yang jelas memang sangat signifikan dan membuat kawasan pantai menjadi kurang asri,” lanjut dia.
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan, seluruh elemen sudah bergotong royong membersihkan sisa puing bangunan maupun sampah yang diakibatkan dari gelombang tinggi. Dirinya berharap kawasan pantai dapat secepatnya pulih seperti sedia kala.
"Secepat mungkin kami tangani, agar kembali nyaman untuk wisatawan," katanya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
