fbpx
Connect with us

Peristiwa

Terdapat 157 Kasus Covid19 di Gunungkidul, Penularan di Lingkungan Keluarga Mendominasi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hampir satu tahun terakhir warga Gunungkidul menghadapi pandemi covid19. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat untuk menekan laju penyebaran covid19. Namun hingga sekarang penyebaran dan penularan virus ini masih tetap terjadi, tanggung jawab besar tentu dipikul oleh tim Gugus tugas untuk menanggulangi hal tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sejak beberapa minggu lalu. Dengan diberlakukannya kebijakan ini diharapkan laju penyebaran covid19 dapat ditekan dan di tingkat bawah lebih mengetahui secara pasti kondisi disekitarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, selama hampir 1 bulan diterapkannya PPKM penyebaran covid19 di Gunungkidul ada penurunan meski jumlahnya sedikit. Mayoritas penularan virus ini masih berada di lingkungan keluarga.

Untuk penurunannya masih sedikit,” ucap Dewi.

Selama PPKM skala mikro ini, data terlaporkahn hampir 98 persen wilayah di Kabupaten Gunungkidul masuk zona hijau. Dengan demikian diharapkan tetap dipertahankan, masyarakat tetap dihimbau tidak boleh lengah dalam penerapan protokol kesehatan.

Disinggung mengenai potensi diperpanjangnya PPKM, Dewi mengatakan jika instruksi dari pemerintah pusat masa ini tetap akan diperpanjang selama 2 pekan mendatang. Kendati demikian dirinya masih menunggu kebijakan di Pemda DIY maupun langkah dari Pemkab Gunungkidul.

Adapun berdasarkan data yang ada, Sabtu (20/02/2021) kemarin terdapat pertambahan kasus konfirmasi aktif sebanyak 23 orang dan kasus sembuh sebanyak 14 orang. Dengan demikian, selama hampir 1 tahun ini kasus terkonfirmasi positif covid19 di Gunungkidul sebanyak 1.851 orang dengan rincian 1.607 orang dinyatakan sembuh, 157 masih dalam perawatan, dan 87 orang meninggal dunia.

Dari jumlah kasus aktif itu ada 134 orang yang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan sisanya dilakukan perawatan di rumah sakit karena adanya penyakit penyerta maupun muncul gejala,” papar dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler