Uncategorized
Resep Jenang Candil Ubi
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kombinasi rasa gurih serta manisnya gula merah yang menyatu dalam bubur candil ini membuat ketagihan bagi siapa saja yang menyantapnya.
Biji salak:
270 gram ubi Cilembu, kukus selama 15-20 menit
90 gram tepung sagu
3 sdt gula halus
2 cubit garam
Sirup gula merah:
300 gram gula Jawa, cincang kasar
1250 ml air
5 lembar daun pandan, ikat simpul
3-4 sdm campuran air dan tepung sagu untuk mengentalkan
Kuah santan:
150 ml santan
75 ml air
1/2 sdt garam
3 -4 lembar daun pandan, ikat simpul
- Bahan-bahan yang diperlukan
Biji salak:
270 gram ubi Cilembu, kukus selama 15-20 menit
90 gram tepung sagu (merk Bumi Kencana)
3 sdt gula halus
2 cubit garam
Sirup gula merah:
300 gram gula Jawa, cincang kasar
1250 ml air
5 lembar daun pandan, ikat simpul
3-4 sdm campuran air dan tepung sagu untuk mengentalkan
Kuah santan:
150 ml santan
75 ml air
1/2 sdt garam
3 -4 lembar daun pandan, ikat simpul
Cara membuat kuah santan:
- Siapkan panci, masukkan air, santan kental, dan juga daun pandan.
- Masukkan garam sesuai selera dan aduk kembali. Gunakan api kecil hingga sedang, panaskan santan sampai mulai mendidih kemudian matikan api. Sisihkan.
Cara membuat biji salak:
- Kerok daging ubi menggunakan sendok, lalu sisihkan ke dalam mangkuk ukuran besar. Selanjutnya, tambahkan sejumput garam dan gula secukupnya untuk mengeluarkan rasa alami ubinya.
- Masukkan tepung sagu ke dalam mangkuk. Aduk dan uleni dengan tangan hingga tercampur. Pastikan adonan teksturnya lembut dan permukaannya halus.
- Ambil sebagian adonan ubi, lalu bentuk silinder panjang dengan diameter sesuai selera. Kemudian potong-potong menggunakan pisau menjadi beberapa bagian. Tinggal bentuk bulat-bulat dari masing-masing bagian adonan. Lakukan hal ini hingga seluruh adonan ubi habis.
- Didihkan air, lalu rebus biji salak hingga mengembang dan matang. Jika sudah matang, adonan akan mengapung di permukaan.
- Tiriskan.
Cara membuat sirup gula Jawa:
- Siapkan panci, lalu rebus air, daun pandan, dan gula Jawa hingga seluruhnya mencair.
- Saring air gula terlebih dahulu, karena biasanya ada butiran kasar yang masih tertinggal dan tidak bisa mencair.
- Masukkan air gula yang sudah disaring ke dalam panci, masak dengan api kecil.
- Selanjutnya, masukkan biji salak yang sudah matang ke dalam kuah gula. Masak beberapa saat.
- Tuang 3-4 sendok makan larutan tepung sagu untuk mengentalkan. Tuang sedikit-sedikit saja, karena kalau terlalu kental, teksturnya bakal susah dikoreksi kembali. Untuk penyajian, tinggal tuang biji salak ke dalam mangkuk, lalu siram dengan santan kental di atasnya.
-
Uncategorized23 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized18 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized22 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
