Info Ringan
Lima Produk Ramah Lingkungan Kekinian yang Harus Dimiliki
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Belakangan ini, dunia sedang fokus terhadap sampah laut yang mencemari lingkungan dan membunuh sejumlah satwa laut. Mirisnya, Indonesia merupakan negara kedua yang menyumbang sampah laut paling banyak di dunia. Sebagai upaya mengatasi isu ini, pemerintah gencar melarang penggunaan kantong plastik, termasuk juga produk-produk dari bahan plastik. Masyarakat pun mulai tergerak untuk menggunakan produk ramah lingkungan sebagai pengganti plastik. Nah, kalau Anda juga peduli dengan lingkungan hidup, maka Anda wajib punya produk ramah lingkungan yang lagi nge-tren. Apa saja produk ramah lingkungan tersebut? Yuk, langsung saja intip tujuh produk ramah lingkungan pilihan berikut ini!
Sedotan Reusable
Sejumlah kedai minuman dan restoran telah meniadakan sedotan plastik. Bagi Anda yang tidak terbiasa minum langsung dari gelas, maka Anda wajib memiliki sedotan reusable. Produk ramah lingkungan ini sangat nge-tren di kalangan masyarakat Indonesia. Biasanya, produk ramah lingkungan berupa sedotan reusable ini dijual sepaket dengan sikat pembersih dan wadah penyimpanannya supaya sedotan tetap higienis saat dipakai berulang kali. Sedotan reusable ini ada yang dibuat dari material stainless steel, bambu, silikon, dan juga kaca. Ukurannya pun tidak terlalu besar sehingga tidak akan memenuhi isi tas.
Tas Belanja
Sebelum pergi ke pasar atau supermarket, pastikan untuk membawa tas belanja sendiri. Pasalnya, supermarket sudah tidak menyediakan kantong plastik lagi. Tidak perlu khawatir dengan ukurannya yang besar karena saat ini sudah banyak model tas belanja yang bisa dilipat dan ukurannya pun sangat pas untuk disimpan atau digantung di tas pergimu. Meski begitu, produk ramah lingkungan ini cukup kuat untuk menampung belanjaanmu. Oh ya, motif dari produk ramah lingkungan ini juga sangat beragam sehingga penggunanya tetap bisa tampil stylish.

Alat Makan dari Kayu
Beberapa kedai makanan dan camilan masih ada yang menyediakan alat makan dari plastik. Meskipun demikian, yuk mulai inisiatif sendiri untuk tidak menggunakannya. Sebagai gantinya, bawalah selalu produk ramah lingkungan berupa alat makan yang terbuat dari kayu. Selain mengurangi sampah plastik, kebersihan dari produk ramah lingkungan ini pun lebih terjamin karena hanya Anda yang menggunakannya. Produk ramah lingkungan ini banyak dijual lengkap dengan wadah penyimpanan. Selain itu, bobotnya pun ringan sehingga tidak akan memberatkanmu untuk membawanya ke mana pun.
Wadah Non-Plastik
Coba cek perlengkapan dapur milikmu sekarang. Apakah masih ada wadah yang terbuat dari plastik, seperti baskom atau mangkuk plastik? Kalau iya, mulai dari sekarang coba hentikan untuk menggunakannya. Hal ini karena selain dapat menimbun sampah, wadah plastik tersebut belum tentu aman untuk diisi makanan panas. Oleh karena itu, sebagai gantinya Anda bisa menggunakan produk ramah lingkungan berupa wadah dari stainless steel, kaca, ataupun keramik.
Botol Minum
Alih-alih membeli air minum dalam kemasan, lebih baik Anda membawa air minum sendiri dari rumah menggunakan produk ramah lingkungan berupa botol. Namun, pastikan Anda menggunakan botol minum khusus dan bukan botol plastik air mineral. Sampah botol plastik membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Selain itu, botol plastik tersebut juga dapat meracuni tubuh apabila dipakai berulang kali. Saat ini, produk ramah lingkungan berupa botol minum sudah banyak tersedia dengan aneka bentuk dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhanmu. Hal yang terpenting, pastikan materialnya aman untuk dipakai berulang kali dan tidak bereaksi saat terkena air panas, ya!
Pembalut dari Kain
Kalau produk ramah lingkungan yang satu ini khusus untuk para wanita, yaitu pembalut yang terbuat dari bahan kain. Di Indonesia sendiri, produk ramah lingkungan ini pun mulai menjadi tren. Tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah rumah tangga, produk ramah lingkungan ini juga bisa menjadi solusi bagi wanita yang kulitnya sangat sensitif terhadap zat kimia yang terdapat pada pembalut sekali pakai. Untuk menjaga pembalut kain tetap higienis, Anda perlu mencucinya dengan deterjen, kemudian menjemurnya hingga kering sempurna.
Loofah untuk Mencuci Piring
Loofah merupakan produk ramah lingkungan yang dibuat dari sayur oyong. Setelah dikeringkan, teksturnya menjadi kuat dan sedikit kasar. Dengan teksturnya yang demikian, masyarakat pun mulai menggunakannya sebagai pengganti spons cuci piring biasa yang sulit terurai. Produk ramah lingkungan ini mudah terurai karena berasal dari bahan alami. Bentuk dari produk ramah lingkungan ini cukup panjang sehingga Anda perlu memotongnya dalam beberapa bagian supaya pemakaiannya lebih efisien. Jangan lupa untuk menjemurnya usai penggunaan supaya bakteri tidak berkembang biak.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
