Pemerintahan
Pasien Isolasi Dipulangkan dan Dirujuk, RSUD Saptosari Kembali Kosong
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penggunaan RSUD Saptosari sebagai lokasi karantina bagi orang tanpa gejala nampaknya akan dikaji ulang. Saat ini RSUD yang terletak dikecamatan Saptosari tersebut kembali kosong. Belasan orang tanpa gejala yang sebelumnya diisolasi dan hasil swab testnya negatif telah dikembalikan ke rumahnya masing-masing. Sedangkan pasien yang swab testnya positif langsung dirujuk ke RSUD Wonosari.
Mengingat di rumah sakit tersebut fasilitas ruang isolasi nya lebih memadai termasuk juga sumber daya manusianya yang menangani pasien positif Covid 19 ini. Harapannya dengan perawatan di RSUD Wonosari yang fasilitasnya lebih memadai, maka pasien-pasien positif korona tersebut segera sembuh.
Sebelumnya, setidaknya ada 19 orang warga dari berbagai kecamatan yang diisolasi di RSUD Saptosari. Mereka adalah warga yang dinyatakan positif melalui rapid test usai kontak langsung dengan pasien positif Covid19 Wonosari. Mereka adalah hasil contact tracking dari pasien positif Covid19 asal Kecamatan Wonosari.
“Hasil swabnya sudah keluar semua. Yang positif dirujuk ke RSUD Wonosari, sedangkan yang negatif dipulangkan,” ujar Kepla Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati, Jumat (08/05/2020).
Ia mengungkapkan, sebetulnya hasil uji swab semua pasien tidak keluar bersama. Sehingga para pasien pun juga tidak bersama keluarnya. Namun hari ini, rumah sakit tersebut dipastikan telah kosong.
“Ada 17 OTG (orang tanpa gejala) yang dinyatakan reaktif melalui rapid test mereka. Namun mereka tidak diisolasi di RSUD Saptosari dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing. 17 orang tersebut masih menunggu hasil uji swab masing-masing,” ujarnya.
Ketua II Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, saat ini pihaknya berupaya untuk memaksimalkan terlebih dahulu model yang dilakukan masyarakat dengan karantina mandiri. Karena karantina tersebut benar-benar berbasis kearifan masyarakat.
“Ada tiga desa yang beri contoh baik ini yaitu Karangasem, Selang dan Panggang,”paparnya.
Warga masyarakat bukan hanya menerima apa adanya terhadap warga lain yang rapid testnya reaktif dengan tulus hati. Tetapi mereka juga gotong royong menanggung konsumsi selama warganya sedang dikarantina. Di samping sepenuhnya didukung oleh Pemdes dan warga secara umum, anak muda di desa itu yang jadi penggeraknya.
“Ini benar-benar Gunungkidul banget,” ujarnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
