musik
Tahun ke-11, Prambanan Jazz Festival Gaet Kenny G dan EAJ
Jogja,(pidjar.com)–Digelar di salah satu situs UNESCO, festival ini menjadi ajang diplomasi budaya yang strategis.Prambanan Jazz Festival 2025 kali ini mengusung tema “Sebelas Selaras”,festival ini merayakan harmoni antara musik, alam, dan budaya. Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia, PrambananJazz menjadi bukti bagaimana musik modern dapat berpadu dengan warisan budaya.
Founder Prambanan Jazz Festival (PJF), Anas Syahrul Alimi menuturkan tahun ini pihaknya menggandeng Kenny G.
“Kenny G sebagai ikon jazz dunia dan artis internasional pertama Prambanan Jazz, kembali tampil sebagai simbol perjalanan panjang festival ini. Kenny G pernah manggung pertama kali di Prambanan jazz. Kita ingin membawa lagi kenangan 11 tahun yang lalu. Artis internasional bisa menjadi diplomasi dan promosi murah bagi candi Prambanan,”kata Anas.
Anas menambahkan sebagai festival yang tumbuh bersama masyarakat, Prambanan Jazz juga menggandeng pelaku UMKM lokal dalam penyediaan kuliner, kerajinan, dan produk kreatif, sebagai dukungan nyata.

“Prambanan Jazz Sebelas Selaras bukan sekadar konser musik, tapi ruang pertemuan lintas budaya yang membangkitkan kebanggaan akan warisan leluhur, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujar Anas.
Ribuan pasang mata akan menjadi saksi bagaimana musik, ruang budaya, dan masyarakat bersinergi menciptakan atmosfer yang megah dan harmonis. Bukan sekedar perayaan, kini Prambanan Jazz nampak menjadi destinasi budaya melalui festival musik.
CEO Rajawali Indonesia Tovic Raharja menuturkan PJF kali ini tidak hanya musisi internasional, Prambanan Jazz juga menghadirkan musisi nasional lintas generasi, dari legenda musik hingga talenta muda sebagai perwujudan keberagaman dan kreativitas.
“Mengusung konsep Sebelas Selaras, festival ini berkolaborasi dengan duo seniman Yogyakarta, Indieguerillas, yang akan menampilkan instalasi seni terinspirasi dari relief Pohon Hayat Candi Prambanan. Simbol harmoni antara manusia dan alam. Angka 11 itu merupakan sebuah gerbang menuju sesuatu yang baru. Kali ini harus ada sesuatu yang berbeda. PJF berharap memberi dampak bagi sekitar melalui UMKM, seniman. Tahun ini pengunjung sudah di 60.000. Ini pecah telur dengan jumlah pengunjung yang paling banyak di hari ke 2,”kata Tovic. (Rosa)
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
