Uncategorized
Pagar TBG Yang Rusak Akibat Gempa Diperbaiki, Telan Anggaran Hingga 3,9 Miliar
Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan rehabilitasi gedung Taman Budaya Gunungkid (TBG) menggunakan anggaran Dana Keistimewaan (Danais) pada tahun 2026 ini pada APBD perubahan mendatang. Rehabilitasi ini dilakukan karena pada bagian tertentu, TBG mengalami kerusakan akibat gempa beberapa tahun terakhir, sehingga membutuhkan penanganan agar tidak membahayakan.
Sekretaris Badan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sugeng Prihartanta mengatakan, sejak tahun 2023 lalu terdapat kerusakan pada bangunan TBG akibat gempa yang terjadi. Kemudian di tahun 2025 lalu, gempa kembali menyebabkan kerusakan.
Sehingga pada bangunan yang sering digunakan untuk kepentingan masyarakat umum Gunungkidul ini membutuhkan penanganan agar aman dan tidak membahayakan.
Pada tahun 2026 ini pekerjaan difokuskan untuk memperbaiki gedung utama beserta pagar. Nilai pekerjaan pada tahap awal tersebut mencapai sekitar Rp3,9 miliar. Pembangunan pagar dianggap cukup mendesak karena pagar yang saat ini ada mengalami kerusakan di hampir seluruh sisi, kemudian miring ke arah lahan pertanian warga dan membahayakan jika sewaktu-waktu ambrol.
“Anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi ini bersumber dari Dana Keistimewaan yang diperoleh Kabupaten Gunungkidul,” ucapnya.

Untuk perbaikan 2 komponen tersebut adalah bagian yang dianggap krusial dan harus segera ditangani. Jika dilakukan rehap secara keseluruhan pada bangunan budaya ini kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp9 miliar.
“Yang baru disepakati Rp 3,9 miliar karena skala prioritas. Kedepan mungkin bisa diusulkan kembali disesuaikan dengan anggaran yang diperoleh Gunungkidul,” jelasnya.
Sugeng menambahkan, pada redesign 1 penggunaan danais ini selain untuk rehabilitasi TBG juga ada beberapa pekerjaan lain. Namun demikian masih dalam tahap pembahasan.
“Kalau yang rehabilitasi TBG ini akan dikerjakan pada perubahan mendatang dengan jangka waktu pengerjaan sekitsr 2 sampai 2,5 bulan,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah juga tengah melakukan invetarisasi pekerjaan-pekerjaan yang dapat ditangani dengan dana keistimewaan.
“Kalau yang redesign 2 ini masih kami bahas apa saja yang bisa dilakukan,” ucap Sugeng.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap dukungan Dana Keistimewaan dapat mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur maupun penanganan program linnya, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pemerintah.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
