fbpx
Connect with us

Sosial

Angkat Air dari Dalam Goa, Pemkab Ajukan Pendanaan ke Provinsi 

Diterbitkan

pada

BDG

Purwosari,(pidjar.com)–Rabu (24/10/2018), Wakil Bupati Gunungkidul meninjau langsung penemuan sumber mata air di dalam Goa Kedung Mbangsri di Padukuhan Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari. Dari hasil pengecekan bersama beberapa OPD terkait, Pemkab berencana untuk menaikan air tersebut. Sehingga kedepan permasalahan kekeringan di wilayah itu dapat sedikit teratasi.

Immawan mengatakan dalam waktu dekat ini dirinya akan segera melaporkan pengalamannya masuk ke dalam goa kepada bupati. Nantinya laporan tersebut akan di tindak lanjuti dengan pelaporan ke Satuan Kerja.

“Saya tadi masuk (ke goa) memang tidak begitu dalam. Nanti kami akan diskusikan bersama terkait adanya sumber air di dalam goa ini,” kata Immawan.

Ia mengatakan, pemkab akan langsung membuat dua program yakni program jangka pendek dan program jangka panjang terkait sumber air tersebut. Untuk rencana jangka pendek pihaknya akan melakukan pemanfaatan darurat.

Dalam hal ini,  perlengkapan untuk mengangkat air dari sumber ke atas akan diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul. Dinas tersebut akan mengurusi segala kebutuhan sarana yang dibutuhkan.

Berita Lainnya  Dampak Corona, Panitia Reuni Akbar SMP Kanisius Wonosari Batalkan Sejumlah Acara

“Segala urusan genset dan pipa disediakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sesampainya di atas, mohon dikelola sebaik-baiknya. Kalau dana dari PU berlebih bisa dibangunkan bak penampungan air,” katanya.

Immawan mengatakan, untuk jangka panjang pihaknya akan berusaha mengkomunikasikan dengan pihak Provinsi DIY. Sehingga nantinya, kebijakan anggaran diserahkan oleh Gubernur. Sebab dana yang dibutuhkan diperkirakan akan mencapai miliaran rupiah.

“Karakteristik goa ini mirip dengan Goa Beghoe yang di sana menghabiskan dana Rp 1,6 milliar untuk menaikkan air ke permukaan. Melihat karakteristik,hampir sama dan di sini lebih besar perhitungan kasar kurang lebih bisa menghabiskan Rp 2 milliar,” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa, Blado Witanto mengatakan, didaerahnya ada tiga sumber air tetapi dua diantaranya kering saat musim kemarau seperti saat ini. Sehingga warganya pun turut ikut terdampak kekeringan.

 “Ada tiga sumber air tetapi saat musim kemarau satu kering, dan satunya debit air sangat kecil sedangkan satu lagi ini debit airnya cukup banyak tetapi kami kesulitan untuk memompa air kepermukaan,” katanya.(kelvian)

 

Berita Lainnya  Raport Merah Pengelolaan Goa Pindul Oleh BUMDes Maju Mandiri, Jadi Benalu Perkembangan Pariwisata?

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler