Sosial
Angkat Air dari Dalam Goa, Pemkab Ajukan Pendanaan ke Provinsi
Purwosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rabu (24/10/2018), Wakil Bupati Gunungkidul meninjau langsung penemuan sumber mata air di dalam Goa Kedung Mbangsri di Padukuhan Blado, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari. Dari hasil pengecekan bersama beberapa OPD terkait, Pemkab berencana untuk menaikan air tersebut. Sehingga kedepan permasalahan kekeringan di wilayah itu dapat sedikit teratasi.
Immawan mengatakan dalam waktu dekat ini dirinya akan segera melaporkan pengalamannya masuk ke dalam goa kepada bupati. Nantinya laporan tersebut akan di tindak lanjuti dengan pelaporan ke Satuan Kerja.
“Saya tadi masuk (ke goa) memang tidak begitu dalam. Nanti kami akan diskusikan bersama terkait adanya sumber air di dalam goa ini,” kata Immawan.
Ia mengatakan, pemkab akan langsung membuat dua program yakni program jangka pendek dan program jangka panjang terkait sumber air tersebut. Untuk rencana jangka pendek pihaknya akan melakukan pemanfaatan darurat.
Dalam hal ini, perlengkapan untuk mengangkat air dari sumber ke atas akan diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul. Dinas tersebut akan mengurusi segala kebutuhan sarana yang dibutuhkan.
“Segala urusan genset dan pipa disediakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sesampainya di atas, mohon dikelola sebaik-baiknya. Kalau dana dari PU berlebih bisa dibangunkan bak penampungan air,” katanya.
Immawan mengatakan, untuk jangka panjang pihaknya akan berusaha mengkomunikasikan dengan pihak Provinsi DIY. Sehingga nantinya, kebijakan anggaran diserahkan oleh Gubernur. Sebab dana yang dibutuhkan diperkirakan akan mencapai miliaran rupiah.
“Karakteristik goa ini mirip dengan Goa Beghoe yang di sana menghabiskan dana Rp 1,6 milliar untuk menaikkan air ke permukaan. Melihat karakteristik,hampir sama dan di sini lebih besar perhitungan kasar kurang lebih bisa menghabiskan Rp 2 milliar,” paparnya.
Sementara itu Kepala Desa, Blado Witanto mengatakan, didaerahnya ada tiga sumber air tetapi dua diantaranya kering saat musim kemarau seperti saat ini. Sehingga warganya pun turut ikut terdampak kekeringan.
“Ada tiga sumber air tetapi saat musim kemarau satu kering, dan satunya debit air sangat kecil sedangkan satu lagi ini debit airnya cukup banyak tetapi kami kesulitan untuk memompa air kepermukaan,” katanya.(kelvian)
-
Uncategorized21 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
