Pemerintahan
Beri Pelonggaran, Pemerintah Permudah Petani Akses Pupuk Subsidi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyatakan, persediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul dapat mencukupi kebutuhan para petani pada musim tanam kali ini. Ia menjamin petani tidak akan kesulitan dalam mengakses pupuk bersubsidi ini. Sebab saat ini telah ada kebijakan pelonggaran khusus yang diterapkan oleh pemerintah agar petani lebih mudah dalam menebus pupuk bersubsidi.
Sunaryanta mengatakan, dirinya sering mendengar perihal adanya keluhan para petani yang seringkali kesulitan untuk menebus pupuk bersubsidi. Kendala yang dihadapi oleh petani adalah kartu tani ada yang hilang, tidak bisanya mengakses teknologi dan lainnya. Kendala tersebut saat ini berusaha untuk dikikis dengan mempermudah para petani sehingga lebih longgar ketika menebus pupuk subsidi.
“Layanan pada petani sekarang ini lebih dipermudah, di mana tidak harus menggunakan kartu tani. Tapi pelayanan bisa secara langsung atau manual,” terang Sunaryanta, Senin (20/09/2021).
Selain itu, dari pemerintah kabupaten Gunungkidul menegaskan akan melakukan pengawasan untuk pendistribusian pupuk bersubsidi ini. Untuk pengawasan ini, pemerintah bahkan menggandeng Polres Gunungkidul dan Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Nantinya jika ada permainan dan penimbunan pupuk subsidi oleh oknum tertentu, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil jalur hukum.
“Komitmen ini terus kita jaga dan lakukan. Pengecekan berkala juga akan dilakukan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, Gunungkidul biasanya mendapatkan kuota pupuk subsidi sekitar 13 ribu ton, akan tetapi mulai tahun ini kuotanya meningkat 5 ribu ton, sehingga menjadi 18 ribu ton untuk pemenuhan kebutuhan petani. Diharapkan, dengan penambahan kuota ini, akses petani terhadap pupuk subsidi bisa lebih mudah dan cepat. Adapun penggunaan pupuk subsidi ini tentunya sangat membantu para petani. Dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga pupuk non subsidi di pasaran, pupuk subsidi ini bisa membantu menekan biaya operasional para petani.
“Kita semua ingin petani bisa sejahtera,” jelas dia.
Sementara itu, Perwakilan Penjualan PT Pusri Wilayah DIY dan Jateng, Imam Triyono menambahkan, proses distribusi pupuk subsidi sendiri dilakukan secara berjenjang. Mulai dari pabrik pusat di Palembang, Sumatra Selatan menuju ke Semarang, Jawa Tengah. Selama ini kendala yang dihadapi dalam penyaluran pupuk subsidi adalah belum semua petani memiliki Kartu Tani.
“Asalkan sudah terdaftar dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK), akan bisa mengakses pupuk subsidi ini,” terang Imam Triyono.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
