Sosial
Berkah di Akhir Musim Kemarau, Petani Bendung Panen 7,3 Ton Jagung Hibrida
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seluruh wilayah di Bumi Handayani telah memasuki musim penghujan. Termasuk wilayah zona selatan seperti di Kapanewon Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Saptosari, Purwosari dan Panggang yang biasanya paling akhir datang musim penghujan kini bisa sama rata.
Seluruh lahan sudah menghijau karena tanaman padi yang mulai tumbuh. Begitu pula tanaman palawija. Namun hal ini berbeda jika dilihat di area pematang sawah Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin.
Memasuki musim tanam pertama ini, Kelompok Tani Karya Tani Dringo tengah sibuk memanen jagung hibrida yang mereka tanam pada musim tanam ketiga lalu. Bantuan berupa irigasi perpipaan di Dringo membuat permasalahan air bersih dapat teratasi. Sehingga satu tahun dapat panen tiga kali.
“Patut kami syukuri karena dengan adanya saluran irigasi para petani dapat memanen selama tiga kali dalam satu tahun, tentu dapat mendukung ketahanan pangan di tengah pandemi,” ucap Lurah Bendung Semin, Didik R, Minggu (08/11/2020).
Ia menambahkan, kelompok tani Karya Tani Dringo telah menanam jagung pada musim hujan pertama mencapai 25 hektare. Kemudian di musim hujan kedua mencapai 16,5 hektare, sedangkan musim kemarau mencapai 4 hektare.

“Hasilnya cukup fantastis 7,3 ton pipil kering per hektare,” imbuh dia.
Ketua kelompok tani setempat, Yahya mengatakan, dari hasil tersebut jika diubin mencapai 6,3 ton pipil kering ler hektare. Secara menyeluruh, rerata mencapai 6,8 hektare pupuk kering per hektare.
“Satu periode masa tanam ini yang terdapat saluran irigasi, harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan kami,” kata Yahya.
Terpisah Kepala Bidang Tanaman Pangan, DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengapresiasi para petani poktan Karya Tani yang telah berhasil panen jagung dengan hasil yang tinggi di musim kemarau berkat irigasi perpipaan. Dengan demikian Dinas mengalokasikan sarana dan prasarana pertanian berupa irigasi perpipaan di lokasi yang tepat karena telah dipergunakan sesuai fungsinya agar menaikan indeks pertanaman, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Menyinggung tentang musim hujan berdasar ramalan BMKG di Zone Utara musim hujan normal dimulai Nopember minggu kedua, oleh karena itu agar segera setelah panen untuk secepatnya diolah lahan agar tidak tertinggal dalam penanaman di musim hujan pertama tahun 2020/2021. Untuk kebutuhan pupuk petani dirasa sangat mencukupi karena telah ditambah alokasi pupuk oleh pemerintah,” tandas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
