fbpx
Connect with us

Peristiwa

Buntut Beredarnya Foto Syur Kepala TK, Warga Datangi Yayasan PPM NU

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Tersebarnya foto syur milik YF Kepala Raudhatul Athfal Putat, Bleberan, Playen terus berbuntut panjang. Tak hanya saat ini diusut polisi, kasus asusila ini juga memancing reaksi masyarakat setempat yang kebetulan juga merupakan wali murid di sekolah tersebut. Pada Sabtu (29/05/2021) siang tadi, sejumlah warga Padukuhan Putat, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen mendatangi pengurus Yayasan PPM Nadhlatul Ulama yang merupakan yayasan yang menaungi RA Putat. Mereka datang untuk menyampaikan sejumlah poin kesepakatan warga setempat.

Ketua RW 006 Padukuhan Putat, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Ari Wibowo mengaku warganya sangat terpukul dengan kasus tersebarnya foto syur yang ia kenali sebagai Kepala Sekolah RA Putat. Kekecewaan warga sendiri cukup beralasan lantaran jika diurai, 80% anak dari warga Padukuhan Putat bersekolah di sana.

“Sekarang coba dibayangkan anak-anak kami bersekolah disana tapi diajar oleh pengajar yang seperti itu,” ujar Ari, Sabtu siang.

Ia bersama warga menuntut YF dipecat sebagai guru. Warga tidak rela anak-anaknya diajar oleh guru dengan kelakuan minus seperti ini.

“Tentu nama baik kami merasa tercoreng, kami meredam amarah warga walaupun YF ini juga warga kami agar tidak melakukan aksi nekat,” kata dia.

Ari mengatakan, jika tuntutan pemecatan YF tidak diindahkan, ia bersama warga lainnya sepakat untuk memindahkan anak-anak mereka yang bersekolah di RA Putat ke sekolah lain. Hal ini, dikatakan Ari menjadi langkah yang ditempuh untuk menyelamatkan generasi penerus Padukuhan Putat.

“Kami sedang mati-matian mengajari anak kami berkaitan dengan budi luhur, etika dan perilaku baik, tapi jika seperti ini bagaimana,” tukas Ari.

Sementara itu, Ketua Yayasan PPM NU, Wardah berjanji akan mengakomodir keinginan warga. Sebenarnya, pada 4 Mei 2021 lalu, pihaknya telah melakukan pencopotan jabatan kepala sekolah dari YF.

“YF sudah bukan kepala sekolah, melainkan hanya guru biasa, sekarang Plt Kepala RA sudah diganti yang lebih kredibel,” ujar Wardah.

Kendati begitu, Wardah belum bisa mengakomodir tuntutan warga untuk memecat YF. Namun, ia meminta poin-poin tuntutan warga untuk ditulis sebagai surat dan kemudian akan dibahas oleh yayasan.

“Nanti akan kami akomodir, kemungkinan dipindahtugaskan,” tandasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler