Pendidikan
Berkenalan Dengan Sigit Suryono, Guru SMP N 1 Wonosari Yang Menjadi Salah Satu Duta Aplikasi Rumah Belajar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Platform Rumah Belajar di era Pandemi Covid19 saat ini cukup populer di kalangan pelajar. Banyak pendidik yang menggunakan aplikasi ini sebagai sarana pembelajaran dalam jaringan (daring) kepada para anak didik.
Ternyata, salah satu pendidik di Kabupaten Gunungkidul diketahui merupakan duta dari komunitas yang kini telah berdiri sebagai platform media pembelajaran, Rumah Belajar. Berawal dari kegiatan pelatihan pembelajaran berbasis TIK, Guru mata pelajaran IPA SMPN 1 Wonosari, Sigit Suryono pada tahun 2011 silam bersama dengan sejumlah rekannya menginisiasi berdirinya Rumah Belajar.
Kala itu ia terpilih sebagai sekretaris komunitas besutan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Hingga kini, ia sendiri masih menjadi pengelola komunitas Rumah Belajar.
“Diskusinya memang menghubungkan seluruh guru di Indonesia. Sampai sekarang saya menjadi admin di grup facebook Rumah Belajar itu,” ucap pria 43 tahun tersebut saat diwawancarai pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (21/04/2020).
Malang melintang di komunitas yang cukup raksasa tersebut bukanlah hal yang sederhana. Ia menceritakan dari tahun 2011 hingga 2015, ia bersama tim komunitas sering diberi tugas untuk mengembangkan konten komunitas oleh Pusat Teknologi dan Komunikasi Kemendikbud.
“Dalam mengembangkan konten ini tentu kami dilatih dari membuat script, jabaran materi, naskah dan kemudian diwujudkan dalam bentuk media sehingga ikatan batin saya dengan Rumah Belajar sangat kuat. Terlebih dengan aktivitas saya tersebut, bisa menghantarkan saya sebagai juara 1 guru berprestasi tingkat nasional tahun 2015,” ulas Sigit.
Tak hanya itu, ayah dari dua anak tersebut juga mendapatkan Satya Lencana Bidang Pendidikan tahun 2016 dari Presiden Republik Indonesia atas Prestasi sebagai juara 1 Guru Berprestasi tahun 2015. Namun pada 2015 lantaran keibukannya, ia mengaku sempat vakum dengan kegiatan Rumah Belajar Kemdikbud. Kemudian, ia mulai kembali aktif untuk mengikuti even dengan rumah belajar pada tahun 2017 sebagai fasilitator pelatihan TIK untuk zona Yogyakarta.
“Kemudian pada tahun 2018 mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar dan terpilih sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif tahun 2018 sehingga mendapatkan anugerah penghargaan dari Gubenur DIY,” kata Sigit.
Di era pandemi ini, lanjut Sigit, Rumah Belajar menjadi salah satu platform aplikasi yang berkontribusi untuk menunjang pembelajaran daring. Hal ini karena fitur-fitur yang dikembangkan di Rumah Belajar memang sejak awal difokuskan untuk pembelajaran secara daring.
“Dalam pembelajaran secara daring pada saat ini rumah belajar mengeluarkan produk terbarunya yaitu sapa DRB yang berisi materi-materi pembelajaran dari jam 7.30 sampai jam 12.00 yang diisi oleh para duta rumah belajar maupun dari pusadin untuk SD, SMP, SMA, SMK dan SLB menggunakan fasilitas vicon menggunakan webex,” jelas Sigit.
Selain itu, juga banyak fitur yang ada di rumah belajar yang baik dalam bentuk website maupun rumah belajar yang dikembangkan untuk smartphone. Adapun fitur-fitur tersebut antara lain: Sumber belajar yang merupakan fitur yang menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar sendiri disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi, dan permainan. Ada pula bank soal yang merupakan fitur kumpulan soal dan materi evaluasi siswa yang dikelompokkan berdasarkan topik ajar. Dalam aplikasi ini, juga tersedia berbagai akses soal latihan, ulangan, dan ujian.
“Kita juga ada Laboratorium Maya yang merupakan fitur simulasi praktikum laboratorium yang disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum. Fitur Buku sekolah Elektronik, Fitur Budaya, Fitur Jelajah angkasa, dan Fitur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan,” tuturnya.
Ia jelaskan lebih lanjut, yang membedakan aplikasi ini dengan aplikasi lain ialah aplikasi ini gratis untuk seluruh pengguna karena dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu juga memiliki fasilitas fitur yang lengkap dan juga tidak hanya dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi anak saja, namun juga mengembangkan kompetensi gurunya melalui layanan PembaTIK (pembelajaran berbasis TIK).
“Untuk model pelayanannya berupa pelatihan peningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dilakukan berjenjang dari level 1 sampai dengan level 4,” urai Sigit.
“Selain menggunakan Rumah belajar ada beberapa inovasi yang sudah saya lakukan adalah pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif berbasis desktop yang menjadi finalis lomba inovasi pebelajaran tingkat nasional tahun 2009 dan Finalis lomba Media pembelajaran dalam rangka Anugrah Ki Hajar Tingkat Nasional tahun 2012, serta berhasil Finalis Forum Ilmiah Guru tingkat Nasional tahun 2013,” tandasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
