fbpx
Connect with us

Sosial

Bersama Berjuang Membahagiakan Anak Yatim Piatu Bersama Komunitas Berbagi Untuk Negeri

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Senyum sumringah terpancar dari ratusan anak yatim piatu yang terlihat berkumpul di Balai Desa Siraman pada Senin (11/06/2018) sore kemarin. Dengan ceria, mereka saling bercanda dengan teman-teman mereka yang senasib sepenanggungan.

Para anak yatim piatu dari Kecamatan Playen, Wonosari dan Karangmojo tersebut hadir dalam acara Berbagi Untuk Negeri #3. Pada kesempatan tersebut yang juga dibarengkan dengan acara buka bersama, para anak yatim mendapatkan bingkisan yang berisi buku, sembako, pakaian dan uang tunai yang disediakan panitia.

Namun di balik keceriaan yang terlihat pada petang kemarin, tersimpan kegetiran yang mendalam terhadap nasib para anak tersebut dalam menghadapi hari raya. Di saat anak-anak lain seusia mereka saling berebut membahas baju baru, gadget baru hingga kegiatan liburan bersama keluarga, para anak yatim piatu itu harus rela merayakan hari raya dalam penuh kesederhanaan. Tanpa sanak saudara, mereka saling menguatkan dalam hari yang fitri ini.

“Saya sebenarnya selalu mbrebes mili ketika melihat para anak-anak yatim piatu ini merayakan hari raya tanpa kerabat atau sanak saudara yang mengasihi mereka,” ucap Ketua Panitia Berbagi Untuk Negeri #3, Iwan, Senin petang.

Ie membeberkan, kalangan anak yatim memang menjadi sasaran pihaknya dalam menggelar kegiatan sosial. Pasalnya, kalangan inilah yang secara psikologis sangat terdampak di mana tak seperti teman-temannya, mereka harus merayakan lebaran dalam kesendirian, tanpa adanya kasih sayang berlimpah dari orang tua maupun sanak saudara.

Ia berharap dengan adanya acara semacam ini, para anak yatim piatu ini bisa merayakan hari raya dengan sedikit lebih layak. Untuk itulah dalam kegiatan ini, pihaknya banyak membuat acara yang berkesan fun dengan hadiah yang berlimpah.

“Supaya mereka bisa gembira, kita sediakan banyak sekali hadiah doorprize berupa uang untuk adik-adik kita ini,” beber dia.

Senyum sumringah para anak tersebut merupakan kekuatan tersendiri bagi dia dan komunitasnya untuk terus menyelenggarakan acara semacam ini. Ada kepuasan sekaligus keharuan yang ia serta kawan-kawannya rasakan manakala acara berhasil digelar dan bingkisan dibagikan kepada anak tersebut.

“Saya ingin acara ini terus digelar dan setiap tahun semakin besar. Agar semakin banyak pula anak yatim piatu yang bisa kami bahagiakan,” lanjutnya.

Acara Berbagi Untuk Negeri sendiri menurut Iwan sudah ketiga kalinya diselenggarakan oleh pihaknya. Tak ada kepanitiaan khusus dalam kegiatan ini. Semua disebutnya hanya spontanitas yang terbentuk dari interaksi di media sosial. Melalui kekuatan media sosial lah kemudian ia bisa mengumpulkan personel maupun dana.

Saat ini, khususnya di masa Ramadan, sebenarnya ada banyak sekali orang yang tergugah dalam melakukan kegiatan sosial. Namun banyak diantaranya yang kemudian terbentur waktu serta tempat untuk bisa turut serta berpartisipasi. Untuk itulah kemudian ia memfasilitasinya dengan menggelar aksi donasi melalui media sosial hingga terkumpul dana untuk menggelar acara ini.

“Hanya melalui share-share di media sosial, setiap kali acara kita bisa dapat mengumpulkan belasan juta,” paparnya.

Pada tahun ini, total dana yang terkumpul adalah Rp15.000.000. Dana ini didapatkan dari ratusan orang pegiat media sosial di Gunungkidul. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya di mana pembagian buku menjadi prioritas, untuk tahun ini, pembagian buku dikurangi dan menggantinya dengan paket sembako serta uang tunai. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan, ia mendapatkan laporan bahwa buku-buku yang dibagikan pada tahun kemarin masih banyak tersedia.

“Kemarin memang banyak sekali buku yang kami bagikan. Sehingga tahun ini kita alokasikan untuk yang lainnya,” tutup Iwan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler