Uncategorized
Budi Haryanto Bawa Semangat Perubahan di Pilur Kelor, Usung Pemerintahan Transparan
Karangmojo,(pidjar.com)– Masa kampanye Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Gunungkidul 2026 menjadi momentum bagi para kandidat untuk memperkenalkan gagasan dan program yang mereka tawarkan kepada masyarakat. Di Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, dua kandidat tengah memanfaatkan tahapan kampanye dengan menemui warga secara langsung.
Salah satunya Budi Haryanto. Bersama tim pendukungnya, Budi aktif melakukan sosialisasi sekaligus menyampaikan visi dan misi yang menjadi landasan pencalonannya sebagai Lurah Kelor.
Mengusung semangat perubahan, Budi menawarkan visi untuk membangun Kalurahan Kelor yang guyub rukun, transparan, adil dan sejahtera dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia juga membawa komitmen untuk membangun kalurahan dengan melibatkan seluruh elemen warga.
Ketua Tim Pemenangan Budi Haryanto, Susilo Marwanto, mengatakan gagasan tersebut diarahkan pada pembenahan tata kelola pemerintahan kalurahan. Menurutnya, pemerintah kalurahan harus menempatkan masyarakat sebagai pihak yang mendapatkan pelayanan sehingga proses pemerintahan perlu dijalankan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pelayanan harus bersih, pembangunan baik dan merata, pemerintahan transparan serta mengutamakan kepentingan rakyat. Itu semangat yang ingin kami dorong ke depan,” kata Susilo.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dari sembilan misi yang dibawa Budi. Pelayanan publik nantinya diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi juga memberikan kemudahan, kejelasan prosedur dan kepastian bagi masyarakat.
Di sektor pembangunan, Budi juga menawarkan konsep pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pembangunan tidak semata-mata diarahkan pada pelaksanaan proyek, melainkan mempertimbangkan pemerataan antarwilayah serta skala prioritas.
Menurut Susilo, infrastruktur yang memadai memiliki keterkaitan dengan aktivitas warga, baik dalam mobilitas maupun pengembangan ekonomi. Karena itu, pembangunan diharapkan mampu memberikan manfaat secara luas dan tidak terpusat pada wilayah tertentu saja.
Selain pembangunan fisik, pemanfaatan aset dan fasilitas milik kalurahan juga menjadi perhatian. Budi ingin agar aset yang dimiliki kalurahan dapat dikelola secara lebih optimal sehingga mampu memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.

“UMKM dan ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian. Masyarakat harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi kalurahan,” ujarnya.
Penguatan sektor ekonomi tersebut, lanjut Susilo, akan dibarengi dengan pemberdayaan pemuda dan Karang Taruna. Potensi generasi muda dinilai perlu mendapatkan ruang agar dapat berkembang dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi maupun kreativitas di tingkat kalurahan.
Tak hanya sektor ekonomi dan pembangunan, aspek sosial juga menjadi bagian dari gagasan yang dibawa Budi. Kalurahan Kelor yang memiliki masyarakat dengan latar belakang beragam dinilai membutuhkan suasana sosial yang tetap rukun dan harmonis.
“Kami ingin kebersamaan antarwarga terus dijaga. Perbedaan yang ada jangan sampai menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun Kelor,” katanya.
Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam gagasan perubahan yang tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan. Perubahan yang ditawarkan Budi diarahkan pada perbaikan pelayanan, tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan hingga penguatan kesejahteraan masyarakat.
Susilo menambahkan, Budi juga membawa komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Komitmen tersebut disebut telah disampaikan kepada para pendukungnya sebagai bagian dari tekad untuk membangun pemerintahan yang bersih.
“Menuju Perubahan yang Lebih Baik. Kelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah,” tandasnya.
Sementara itu, Budi Haryanto mengatakan Kelor memiliki sejumlah potensi yang dapat terus dikembangkan. Keberadaan fasilitas kesehatan, usaha milik masyarakat serta berbagai potensi lainnya dinilai menjadi modal penting bagi kemajuan kalurahan.
Ia berharap potensi tersebut nantinya dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
“Ke depan jika saya terpilih, saya ingin pemerataan kesejahteraan dan transparansi dalam segala hal. Potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” jelas Budi.
Menurutnya, pembangunan Kelor membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Pemerintah kalurahan dan warga harus berjalan bersama agar berbagai potensi yang dimiliki dapat dikembangkan sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
