fbpx
Connect with us

Uncategorized

Kebutuhan Kian Meningkat, RSUD Wonosari Segera Upgrade Alat Pengolah Oksigen

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Keberadaan oksigen saat ini bisa dikatakan menjadi barang langka di Indonesia. Melambungnya warga yang terkonfirmasi covid19 membuat oksigen cukup banyak dicari rumah sakit tak lain di Gunungkidul.

Beruntungnya, di RSUD Wonosari sejak tahun 2019 lalu telah memiliki alat untuk mengolah oksigen dari luar kemudian disaring dan mampu didistribusikan kepada pasien yang saturasi oksigennya rendah. Alat ini cukup membantu mengingat saat ini stok oksigen di seluruh agen menipis.

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, alat ini cukup membantu RSUD Wonosari selama masa pandemi. Menurutnya, cara kerja alat tersebut ialah mengolah udara bebas yang kemudian disaring, dan dicampur dengan zat tertentu.

“Baru nanti tercipta oksigen sesuai kebutuhan pasien dan terdistribusi langsung, jadi tidak perlu tabung oksigen,” ungkap Heru, Minggu (27/06/201).

Heru menambahkan, kapsitas pengolahan oksigen ini sudah dimaksimalkan menjadi 7,7 juta liter per bulan selama pandemi. Namun demikian dengan kapasitas maksimal tersebut masih belum stabil di saat jam produktif, misalnya saja siang hari.

“Jumlah pasien covid kami 52 orang, kebutuhan oksigen mereka per pasien rerata 24ribu liter perhari tergantung kondisi pasien dan saat bebarengan dengan operasi jadi gak stabil karena melebihi kapasitas,” papar Heru.

Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan upgrade alat. Namun demikian tak bisa dalam waktu dekat karena alat sendiri harus mengimpor dari luar negeri dengan anggaran lebih dari Rp. 1,5 Miliar.

“Kami sudah memesan alatnya tapi memang tidak bisa cepat, harapan kami nantinya bisa menghasilkan 12 juta liter oksigen per bulan, ujar Heru disela-sela pengecekan.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, kebutuhan oksigen dan juga relawan tenaga kesehatan menjadi fokus Pemerintah Gunungkidul dalam penanganan covid19. Jika nantinya upgrade alat pengolahan oksigen di RSUD Wonosari selesai diharapkan mampu berbagai dengan rumah sakit lainnya.

“Kemudian untuk nakes rencananya akan diambilkan pada mereka yang pada tahun 2020 lalu mendaftar THL RSUD tapi tidak lolos di SKB, akan dihubungi satu per satu, karena saat ini mencari relawan sangat sulit,” tandas Sunaryanta.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler