Pemerintahan
Cegah Penyebaran Antraks, Puluhan Ternak di Dadapayu Divaksin
Semanu,(pidjar.com)– Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan sejumlah langkah penanganan menyusul dugaan kasus antraks yang ditemukan di wilayah Padukuhan Pelem dan Padukuhan Kerdon, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu. Penanganan dilakukan melalui surveilans, penyuntikan antibiotik hingga vaksinasi terhadap ternak di sekitar lokasi kejadian.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, drh Nanik Triana mengatakan, vaksinasi dilakukan terhadap ternak sapi dan kambing yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, sekitar 30 ekor ternak telah mendapatkan vaksinasi.
“Vaksinasi dilakukan untuk memberikan kekebalan pada ternak yang berada di sekitar lokasi terhadap bakteri penyebab antraks. Rencananya vaksinasi akan diulang enam bulan kemudian untuk mempertahankan kekebalan ternak,” jelas Nanik.
Ia menerangkan, pihaknya pertama kali menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada awal September 2026. Namun, ketika petugas datang ke lokasi untuk melakukan penanganan, bangkai ternak yang dilaporkan mati sudah tidak ditemukan.
Bangkai ternak tersebut diketahui telah diolah dan dikonsumsi oleh warga melalui tradisi brandu. Kondisi tersebut membuat petugas kemudian mengambil sampel tanah dari lokasi yang sebelumnya digunakan untuk menyembelih ternak.

“Untuk sampelnya yang diperiksa adalah tanah bekas lokasi penyembelihan. Sampai tanggal 29 September hasil pemeriksaan resmi dari BBVet Wates belum kami terima,” ungkapnya.
Nanik mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan ternak yang mati secara tidak wajar. Pelaporan diperlukan agar petugas dapat segera melakukan pemeriksaan sekaligus mengambil langkah penanganan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan kebiasaan memotong ternak yang sedang sakit maupun yang telah mati untuk kemudian dikonsumsi atau diperjualbelikan. Hal tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat lantaran terdapat sejumlah penyakit pada hewan yang dapat menular kepada manusia atau zoonosis, termasuk antraks.
“Jangan memotong ternak yang sakit atau mati untuk dikonsumsi maupun diperjualbelikan. Kalau ada ternak mati tidak wajar, segera laporkan supaya bisa diperiksa,” imbaunya.
Sementara terkait lalu lintas ternak dari wilayah tersebut, Nanik menjelaskan bahwa ternak yang telah mendapatkan vaksinasi diperbolehkan untuk dilalulintaskan dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
