Pemerintahan
Sekolah Lapang Iklim Jadi Bekal Petani untuk Antisipasi Puso
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebagai langkah antisipasi gagal panen di musim kemarau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Iklim Sleman bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul untuk melakukan Sekolah Lapang Iklim (SLI). Hal tersebut dilakukan untuk membekali petani agar lebih dapat membaca fenomena perubahan iklim.
Kepala Stasiun Klimatologi, Reni Kraningtyas mengatakan SLI ini mengunakan metode belajar interaktif dan praktek yang menjadi pokik bahasan yakni bagaimana para petani pemahami informasi iklim dan perubahan cuaca untuk kegiatan pertanian. Sehingga dengan begitu, usaha tani penduduk daerah tidak terganggu. Angka kegagalan panen saat musim kemarau maupun musim penghujan pun juga bisa ditekan.
“Kapanewon Rongkop sudah diselenggarakan SLI yakni di Padukuhan Tirisan, Kalurahan Karangwuni,”kata Reni Kraningtyas, Rabu (12/08/2020).
Selama ini, para petani mengunakan hitungan tradisional untuk melakukan aktifitas pertanian. Namun hitungan tradisional itu terkadang meleset karena adanya perubahan fenomena sehingga petani sering gagal panen.
“Contohnya pranata mangsa hitungan yang sering digunakan oleh petani. Sebenarnya itu bisa digunakan sebagai pendamping saja, karena terkaang anomali iklim pranoti mongso kurang sesuai,” jelasnya.

Dengan adanya sekolah lapang iklim, diharapkan mampu mendorong masyarakat (petani) untuk lebih modern dalam bidang petanian dan antisipasi gagal panen tentunya.
Selain di Tirisan, Kalurahan Karangwuni, rencananya BMKG dan Dinas Pertanian akan melakukan SLI di Kapanewon Ponjong dan Gedangsari. Beberapa hal menjadi pertimbangan, mulai dari wilayah yang setiap tahunnya produktif dan maupun daerah rawan kekeringan ataupun bencana lain yang diakibatkan oleh perubahan iklim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan pihaknya sangat mendukung SLI ini. Mayoritas penduduk di Gunungkidul merupakan petani. Metodenya sebagian masih tradisional baik teknik maupun hitungan mulai masa pertanian, untuk itu perlu adanya hal baru yang dikembangkan.
“Tahun lalu kita juga ikutkan petugas dalam sekolah lingkungan iklim sebagai antisipasi gagal panen atau puso,” paparnya.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, tahun 2017 ada puso padi 5 hektar, 2018 ada puso padi 32 hektar dan 2019 ada puso padi 2700 ha. Gagal panen ini disebabkan karena adanya perubahan iklim ekstrim.
“Harapannya 5 tahun kedepan semua kapanewon sudah tersasar SLI dan bisa menerapkan pengetahuan yang didapatkan. Prediksi jumlah curah hujan untuk menentukan kokoditas dan waktu tanam ini yang harus diketahui para petani yang telah mendapatkan pelatihan dan sekolah,” kata Bambang wisnu Broto.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
