Pemerintahan
Dana Sempat Dipangkas 2 Miliar, Pembangunan Pasar Karangijo Dimulai
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tahun 2019 ini pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali akan melakukan pembangunan pasar guna memberikan fasilitas yang lebih nyaman kembali bagi masyarakat. Salah satu pasar yang akan dilakukan pembangunan adalah Pasar Karangijo yang berada di Kecamatan Ponjong. Dana miliaran rupiah telah disiapkan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan Pasar Karangijo.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, rencananya pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat. Beberapa waktu lalu telah dilakukan pembahasan mengenai penyempurnaan DED yang akan digunakan sebagai acuan pembangunan. Dana senilai 4 miliar rupiah telah disiapkan untuk pembangunan Pasar Karangijo. Sebenarnya pada rencana awal dana yang disiapkan yakni sebesar 6 miliar, namun lantaran adanya penyusutan dan berbagai pertimbangan maka dari kementerian hanya menyetujui pembangunan menggunakan anggaran 4 miliar.
“DED sudah disempurnakan, beberapa waktu lalu sudah ada rekonsiliasi dengan sejumlah instansi terkait,” kata Johan, Minggu (21/04/2019).
Adapun secara menyeluruh dana bersumber dari dana ketugasan yang disalurlan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Sejauh ini dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih harus menunggu kebijakan yang berlaku, nantinya kebijakan tersebut akan digunakan menjadi acuan pembangunan. Sembari menunggu, beberapa langkah persiapan tentunya telah dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul, mulai dari sosialisasi hingga beberapa hal lainnya.
“Harapan tentu pembangunan bisa dilakukan mulai 2019 ini,” tambah dia.
Pembangunan Pasar Karangijo dengan menggunakan dana miliaran rupiah ini nantinya akan menyasar pada penyempurnaan los pasar di bagian tengah. Sehingga nantinya aktivitas jual beli yang dilakukan jauh lebih nyaman kembali. Kemudian pembangunan beberapa kamar mandi sebagai fasilitas penunjang. Penambahan kios pun juga akan dilakukan agar para pedagang lebih mendapatkan tempat yang layak.
Sehingga aktivitas perdagangan lebih tertata dan rapi, mengingat Pasar Karangijo merupakan tempat mengais rejeki bagi para pedagang. Aktivitasnya pun juga tak pernah sepi, dengan adanya pembangunan ini diharapkan pasar jauh lebih hidup kembali. Di sisi lain perputaran uang jauh lebih dapat dirasakan oleh masyarakat dan pedagang.
Tak henti-hentinya pemkab melalui dinas terkait selalu menyerukan terhadap masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional. Selain menghidupkan aset yang dimiliki, harga di pasar pun jauh lebih terjangkau. Ada banyak sisi positif yang bisa didapat saat berbelanja dipasar, meski pasar modern atau toko mulai bermunculan menghidupkan kembali pasar tradisional juga sangat diperlukan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
