fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Terdiri Dari 2 Lantai, Gedung Puskesmas Wonosari 1 Senilai 5,1 Miliar Akan Mulai Dibangun

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dalam bidang kesehatan terus ditingkatkan. Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2019 ini telah menyiapkan dana miliaran rupiah untuk melakukan rehabilitasi terhadap bangunan Puskesmas Wonosari 1. Rencananya pada pertengahan tahun mendatang, diharapkan proses pembangunan dapat segera terlaksana, dan tidak menghambat proses pelayanan pada masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan, dana senilai 5,1 miliar telah disiapkan oleh jajarannya sebagai biaya pembangunan Puskesmas Wonosari 1. Dana tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Dalam pembangunan ini mengacu pada sejumlah kebutuhan pelayanan dan kondisi puskesmas saat ini. Rencananya proses pembangunan akan segera dilaksanakan agar tidak menghambat pelayanan terhadap masyarakat.

“Tahun ini kami anggarkan 5,1 miliar untuk pembangunan satu gedung Puskemas di wilayah Kota Wonosari,” kata Priyanta Madya, Senin (15/04/2019).

Terkait rencana ini, Dinkes masih melakukan proses pemindahan unit kerja dan berkas ke beberapa ruangan di Balai Desa Karangrejek. Selanjutnya setelah selesai melakukan pemindahan, baru akan dilakukan pembongkaran secara total dan dimulai pembangunan gedung Puskemas. Rencananya gedung Puskesmas 1 Wonosari akan dibangun dengan dua lantai dan diimbangindengan sarana prasarana yang lebih memadahi.

Berita Lainnya  Tunggu Persetujuan Pendanaan, 8 Pasar Tradisional Ini Akan Dipasangi Fasilitas Internet Gratis

“Kalau untuk pembangunan mudah-mudahan secepatnya. Ini sedang proses lelang penggarapan. Kalau untuk pelayanan pada masyarakat sementara di balai desa dengan segala keterbatasan yang ada,” ucap dia.

Adapun dengan berbagai pertimbangan, bangunan Puskesmas Wonosari 1 akan dirombak total. Dari konsep awal, rencananya bangunan ini akan di bangun menjadi dua lantai dengan memperhatikan kebutuhan. Mulai dari ruang pemeriksaan, ruang rawat inap hingga beberapa ruangan yang sekiranya dibutuhkan dan mengacu pada kebutuhan lainnya.

Dengan adanya perombakan secara total ini, diharapkan kepercayaan masyarakatnya dalam memeriksakan diri di Puskesmas jauh lebih meningkat. Selain itu, juga pelayanan yang diberikan jauh lebih baik lagi dan tidak ada keluhan dari masyarakat mengenai kurang nyamannya mereka dalam mendapatkan pelayanan. Di sisi lain, sesuai dengan perkembangan dan kecanggihan segala peralatan renovasi bangunan umum juga sangatlah diperlukan.

“Target mungkin sebelum akhir tahun sudah selesai, jadi tidak mengganggu segala aktifitas,” tambahnya.

Tidak menutup kemungkinan jika pada tahun-tahun yang akan datang dari Dinas Kesehatan akan melakukan pembangunan gedung Puskesmas di kecamatan-kecamatan lain. Hal ini sebagai bentuk perbaikan layanan terhadap masyarakat dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Saat ini, masyarakat pun dianggap juga mulai paham mengenai pentingnya kesehatan dan pelayanan. Beberapa program untuk menuju pola hidup sehat pun juga tengah digencarkan oleh pemerintah.

Berita Lainnya  Tanda Tangan Elektronik Mulai Diterapkan, Pengurusan Dua Dokumen Kini Lebih Efisien

Selain perombakan bangunan, dalam mempersiapkan tenaga medis juga diperhatikan betul. Beberapa waktu lalu, dari Dinas Kesehatan juga telah melakukan rekrutmen beberapa tenaga medis, sehingga selain bangunan fisik yang diperbaiki kualitas tenaga kesehatan juga terus ditingkatkan oleh pemerintah kabupaten.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto menambahkan, dalam proses pembangunan dan pelaksanaan proyek perombakan bangunan Pusksesmas Wonosari 1 ini merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan. Dari DPUPRKP sendiri sejak awal tercetusnya gagasan renovasi hanya membantu dalam proses teknis saja.

“Dari kami hanya ikut membantu proses rekomendasi agar verifikasi dana alokasi khusus dapat digunakan. Selebihnya kewenangan Dinkes dalam proses penggarapannya,” ucap Agus Subaryanto.

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler