Uncategorized
DTSEN Diperbarui, Penerima Bansos Beras di Gunungkidul Bertambah 35 Ribu
Tepus, (pidjar.com)- Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) beras di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meningkat sekitar 35 ribu keluarga. Kenaikan tersebut terjadi setelah pemerintah memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per 1 Juli 2026.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Gunungkidul mencatat sebanyak 162.274 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat (CPP) pada periode kali ini.
“Jumlahnya ada kenaikan sekitar 35.000 keluarga penerima manfaat dibandingkan dengan penyaluran di periode sebelumnya,” kata Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos P3A Gunungkidul Suyono, Kamis, (03/08/2026).
Pada penyaluran sebelumnya yang dilakukan April 2026, jumlah penerima bansos beras tercatat sebanyak 127.442 KPM. Sementara pada periode Agustus-September 2026, jumlahnya meningkat menjadi 162.274 KPM.
Suyono menjelaskan kenaikan tersebut berkaitan dengan pembaruan DTSEN yang dilakukan per 1 Juli 2026. Dalam ketentuan penyaluran bansos beras, bantuan diperuntukkan bagi keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.
“Sesuai data terbaru ada penambahan warga yang masuk desil 1-4. Makanya berdampak terhadap naiknya jumlah penerima bansos beras di Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan data tersebut menjadi salah satu faktor bertambahnya keluarga yang masuk dalam sasaran penerima bantuan. Data terbaru kemudian menjadi dasar dalam penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat.
Penyaluran bansos beras di Gunungkidul telah dimulai pada Selasa (18/8). Penyaluran perdana dilakukan secara serentak di Kapanewon Karangmojo.
Selanjutnya, distribusi dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disusun untuk masing-masing kapanewon. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan rampung disalurkan pada 18 September 2026.
Bantuan tersebut berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.
Dinsos P3A Gunungkidul juga melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan proses distribusi berjalan sesuai ketentuan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi beras yang diterima masyarakat.
“Kami sudah lakukan monitor ke lapangan untuk memastikan bantuan diberikan layak dikonsumsi,” jelas Suyono.
Di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, bantuan CPP disalurkan kepada 2.114 KPM. Lurah Tepus Hendro Pratopo mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima.
“Kami berharap bantuan Cadangan Pangan Pemerintah ini dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penerima. Bantuan beras ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan keluarga, terutama bagi masyarakat yang memang membutuhkan,” kata Hendro.
Dia juga mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyaluran bantuan. Pemerintah Kalurahan Tepus, lanjutnya, akan mendukung pelaksanaan program pemerintah yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
