Peristiwa
Gelombang Tinggi Diprediksi Akan Terjadi Seminggu Kedepan
Wonosari, (pidjar.com) – Gelombang laut di perairan selatan Jawa Tengah berpotensi mencapai 13 kaki atau hampir 4 meter pada waktu tertentu selama periode 12-19 Oktober 2026. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir Gunungkidul, terutama nelayan dan pemancing di bebatuan karang, diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di pinggiran pantai ketika kondisi laut berisiko.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang biasa memancing dari bebatuan karang.
“Yang biasa beraktivitas mancing pinggiran, bebatuan, besok jangan memaksakan dahulu. Lain waktu masih banyak kesempatan,” kata Sunu, Selasa (13/10/2026).
Sunu mengingatkan, kondisi gelombang laut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.
Gelombang yang menjangkau bebatuan karang berpotensi membahayakan pemancing maupun warga yang berada terlalu dekat dengan bibir pantai.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II, Marjono, turut mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kondisi gelombang laut, meskipun terlihat tidak terlalu besar.
“Walaupun tidak terlalu besar, hanya 13 ft, tapi tetap berhati-hati,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan yang menjadi acuan dalam imbauan tersebut, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah berpotensi mencapai 13 kaki atau hampir 4 meter pada waktu tertentu selama periode 12-19 Oktober 2026.
Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil prakiraan model dan tidak serta-merta menggambarkan kondisi gelombang di seluruh pantai Gunungkidul. Tinggi gelombang aktual dapat berbeda bergantung pada lokasi dan waktu.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan kondisi perairan terkini sebelum beraktivitas. Nelayan perlu mempertimbangkan kondisi laut sebelum melaut, sedangkan wisatawan diminta mematuhi arahan petugas serta menghindari area pantai yang dinilai berbahaya.
Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi gelombang yang dapat menyapu kawasan karang maupun menjangkau area pesisir. Masyarakat diharapkan tidak mengambil risiko demi keselamatan diri, terutama ketika kondisi laut tidak memungkinkan untuk beraktivitas.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
