fbpx
Connect with us

Peristiwa

Gembor-gemborkan Motor di Lingkungan Sekolah, Belasan Siswa SMK Disemprot Warga

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Jumat (08/02/2019) pagi, tadi ketenangan warga Tegalmulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari terusik lantaran perilaku para siswa SMK Yappi Wonosari yang menggembor-gemborkan kendaraan mereka tepat di depan gedung sekolah. Kebisingan yang terjadi pagi tadi, membuat masyarakat sekitar terpancing emosi. Sejumlah warga kemudian berdatangan ke sekolah tersebut untuk memberikan teguran.

Informasi yang berhasil dihimpun, pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB belasan siswa diketahui tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam ruang kelas. Belasan siswa ini datang terlambat dan tak bisa masuk lantaran pintu gerbang sekolah dikunci oleh pengelola.

Sesuai dengan ketentuan, siswa yang terlambat datang ke sekolah memang tidak diperkenankan untuk mengikuti pelajaran. Pagi tadi, sempat terjadi perdebatan antara belasan siswa yang datang terlambat tersebut dengan guru. Pihak guru semula memberikan penjelasan sesuai dengan ketentuan dan tidak ada toleransi bagi siswa yang terlambat.

Kekesalan para pelajar yang tidak bisa masuk sekolah lantaran terlambat meski dengan kondisi basah akhirnya memuncak. Belasan siswa yang menggunakan sepeda motor itu akhirnya berlalu sembari menggembor-gemborkan kendaraan mereka.

Berita Lainnya  Papan Selancar Terbalik Setelah Dihantam Ombak, Pelajar Tenggelam di Pantai Baron

Suara bising yang timbul dari beberapa kendaraan itu mengusik ketenangan warga. Hingga tak sedikit warga yang keluar rumah untuk melihat apa yang tengah terjadi. Berselang beberapa waktu kemudian lantaran bunyi berisik terus menerus terdengar, warga mulai tersulut emosinya.

“Dengar berisik dan ribut-ribut warga sini langsung pada keluar. Ternyata karena siswa yang telat ditolak masuk, dan gembor-gemborin motor,” terang ketua RT setempat, Gandung, saat ditemui.

Beruntung meski sejumlah warga sempat mendatangi gedung sekolah, tak sempat ada kericuhan berarti. Usai melampiaskan kekesalannya, warga lalu membukarkan diri.

Berkaitan dengan kejadian ini, Gandung meminta paling tidak ada evakuasi dari pihak sekolah, mengingat instansi ini berdiri di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Kondusifitas sekolah dan masyarakat harusnya lebih dijaga. Jika ada permasalahan semacam tadi, harusnya ada penanganan di dalam sekolah.

“Ya mudah-mudahan gejolak semacam ini tidak terjadi lagi. Kondusif baik kondisi masyarakat maupun sekolah,” tambah dia.

Sementara itu, pihak sekolah saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Hal tersebut dinyatakan sebagai bentuk penegakkan peraturan sekolah. SMK Yappi Wonosari memang menerapkan aturan ketat yang menyatakan bahwa siswa yang terlambat tidak bisa mengikuti pelajaran dan diperkenankan untuk kembali ke rumah.

Berita Lainnya  Serah Terima Jabatan, Kajari Gunungkidul Anyar Langsung Wanti-wanti Tentang Telfon Gelap

“Aturan kami memang seperti itu, agar mereka (siswa) lebih tertib kembali,” kata Dwi Widyanto selaku Humas SMK Yappi, didampingi guru Bimbingan Konseling.

Meski sempat ada gejolak, namun sebagian siswa yang tidak terlambat masih tetap mengikuti pelajaran sebagaimana biasanya. Sementara siswa yang terlambat sejak pagi usai kejadian itu telah meninggalkan lingkungan sekolah. Kejadian ini akan dijadikan sebuah evaluasi bagi pihak sekolah dan pelajar, namun peraturan tetap ditegakkan.

“Bagi warga yang terusik ketenangannya nanti kita akan sowan untuk meninta maaf, untuk siswa ini sebagai shock terapi karena pelanggaran yang terjadi,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pagi tadi postingan di media sosial terkait keributan di SMK Yappi menjadi bahan pembicaraan umum. Siswa berseragam menggembor-gemborkan kendaraanya di depan gedung sekolah lantaran tidak bisa mengikuti pelajaran.

Berita Terpopuler