Sosial
Lima Kecamatan di Gunungkidul Diprediksi BMKG Akan Alami Hujan Deras Disertai Petir
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta menyebut bahwa hujan akan terjadi hujan lebat disertai kilat akan terjadi di sebagian besar wilayah di DIY, termasuk juga di Kabupaten Gunungkidul. Sedikitnya berdasarkan pernyataan resmi dari BMKG, ada lima kecamatan di Gunungkidul berpotensi terjadinya hal tersebut.
Kepala kelompok Data Dan Informasi BMKG Stasiun Klimatoligi Yogyakarta, Djoko Budiyono mengatakan, melemahnya aliran massa udara kering dari Australia, adanya konvergensi (pertemuan dan perlambatan kecepatan angin) di wilayah Jawa serta kondisi menghangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa memicu pertumbuhan awan konvektif. Hal ini kemudian berpotensi mengakibatkan hujan berintensitas lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah DIY.
“Kalau di Gunungkidul wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat yakni Ngawen, Gedangsari, Patuk, Purwosari dan Playen,” kata Djoko, Rabu (07/11/2018).
Ia mengatakan secara iklim, di bulan November ini untuk Yogyakarta secara bertahap memasuki musim penghujan. Namun hujan yang terjadi masih belum merata. Hujan akan dimulai dari bagian barat dan utara.
“Seperti Kulon Progo Utara, Sleman Barat dan Utara akan memasuki awal musim hujan terlebih dahulu. Kemudian berikutnya bagian tengah Sleman Timur, Bantul dan Kota, kemudian Gunungkidul bagian utara dan yang terakhir Gunungkidul bagian selatan dan timur,” terang dia.

Dengan adanya peringatan dini ini, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai beberapa potensi bencana alam yang dapat terjadi. Seperti potensi genangan, banjir maupun longsor.
Selain itu pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh. Sehingga untuk itu, juga muncul himbauan agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir.
“Peringatan juga kepada nelayan untuk mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut. Karena ada perkiraan kenaikan gelombang laut,” terang Djoko.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki menambahkan bahwa informasi yang diperoleh pihaknya hujan secara menyeluruh baru akan terjadi pada minggu ke 3 pada bulan November ini. Sementara untuk hujan yang terjadi kali ini masih dalam masa peralihan.
“Belum akan ada hujan yang merata. Kalau menurut kami masih musim peralihan atau pancaroba,” ujar Edy.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
