Pemerintahan
Geopark Gunungsewu Diklaim Berhasil Tekan Angka Kemiskinan di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengelolaan yang tepat terhadap Geopark Gunungsewu diklaim akan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Salah satu poin penting yang menjadi dampak positif tersbebut adalah terkait pengentasan kemiskinan.
Deputi Koordinasi Sumberdaya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin menyebut bahwa perkembangan Geopark Gunungsewu memang menjadi pengelolaan yang terbaik. Menurutnya kultur masyarakat dengan budaya gotongroyong menjadi salah satu kunci terus berkembangnya Geopark Gunungsewu.
“Jadi dampak positifnya yakni berkurangnya angka kemiskinan di sini (Gunungkidul). Angka kemiskinan dari yang awalnya 20 persen saat ini turun ke 12 persen, ke depan kita targetkan menjadi satu digit,” ujar Safri saat ditemui disela Rakor Geopark Indonesia di Gua Rancang Kencono, Bleberan, Playen, Jumat (18/11/2018).
Ia menjelaskan, selama ini memang cukup banyak tantangan yang dialami dalam pengembangan Geopark di Indonesia. Tantangan tersebut dinilainya lebih mengarah kepada sinergitas antara pemanfaatan alam dan mengajak masyarakat untuk membantu menjaga keseimbangan alam kawasan Geopark.

Deputi Koordinasi Sumberdaya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin
“Paling banyak tantangannya ya dari kita sendiri, artinya kadang kita menerima tapi kita belum mau bersinergi dan berjalan sendiri (dalam mengelolanya). Contoh, seperti membangun Taman Nasional dan Cagar Alam hanya tonjolkan konservasi dan tidak kepada kehidupan manusia di sekitarnya,” katanya.
“Begitu juga membangun daerah pertokoan, hanya tonjolkan sisi manuasianya dan kawasan alamnya tidak dipedulikan. Jadi harus ada keseimbangan untuk menjaganya (Geopark), karena kita harus memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asty Wijayanti mengatakan, belum ada penghitungan secara detail mengenai dampak penetapan status Gunung Sewu Unesco Global Geopark tahun 2015 lalu. Namun diakuinya sejak beberapa tahun terakhir ada peningkatan kunjungan secara signifikan.
“Jika dihitung pasti belum ada, tetapi kita lihat sudah banyak kunjungan wisatawan asing ke sini. Ini kemungkinan dampak dari status itu (Gunung Sewu Unesco Global Geopark),” katanya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized7 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
