fbpx
Connect with us

bisnis

Hanya Memakan Waktu Belasan Hari, Sistem Tanam Hidroponik di Nglindur Buktikan Keuntungan Jutaan Rupiah

Published

on

Girisubo,(pidjar.com)–Penanaman sayuran dan buah-buahan memakai sistem hidroponik kini mulai dikembangkan di Gunungkidul. sistem tanam yang tidak membutuhkan lahan subur itu terbukti menguntungkan. Dapat dilihat di Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo. Peemrintah kalurahan melakukan peroyek percontohan dengan hasil jutaan rupiah pada masa panen pertama ini.

Lurah Nglindur, Supriyana mengatakan bahwa pihaknya melakukan proyek percontohan ini untuk nantinya menjadi unit usaha dengan skala luas. Pada panen perdana, yakni hanya 18 hari setelah tanam pihaknya yakin bahwa sistem tanam hidroponik Ini cukup menjanjikan.

“Yang sebagian belum dipanen karena tanaman terong dan buah melon. Masa tanam dan berbuahnya agak lama,” jelasnya, Senin (26/10/2020).

Dalam hasil panen tahap pertama ini akan difungsikan untuk pembelian bibit dan nutrisi. Sementara untuk penjualan hasil panennya pun masih berada di kalangan kader dan ibu PKK. Hasil panen pertama belum bisa melebar ke masyarakat umum lantaran jumlah panen yang terbilang masih sedikit.

Berita Lainnya  Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru

“Hasil penjualan kemarin dapat uang Rp 1,2 juta. Untuk tahap berikutnya akan difokuskan ke sayuran. Karena untuk melon dan terong memakan waktu lama,” kata dia.

Supriyana menjelaskan, jika panenan bisa sekaligus semua maka hasil yang didapat mencapai Rp 3 jutaan. Tahap pertama hanya bisa panen separuh, lantaran tersendat tanaman terong dan melon yang memakan waktu 5 minggu lebih.

Kegiatan panen tahap pertama kemarin dilaksanakan bersama perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan pendamping desa. Selain itu juga mengundang kader dan ibu PKK tiap padukuhan. Diharapkan kedepannya, sistem hidroponik ini bisa menambah PADes dan mencukupi gizi masyarakat Nglindur khususnya, dan masyarakat Kapanewon Girisubo pada umumnya.

“Mudah-mudahan bisa berjalan lancar, dan berkembang sesuai dengan apa yang menjadi tujuan utama dalam pemenuhan gizi warga,” imbuh dia.

Supriyana pun berjanji bersama perangkat desa untuk selalu berinovasi agar bisa memajukan kalurahan yang dia pimpin menuju kalurahan maju dan modern. Hal itu dikatakannya tentu memerlukan kejelian dalam memilih program dengan memanfaatkan potensi yang ada di kalurahannya.

 

Berita Lainnya  Kreatif, Purnawanto Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Mobil

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler