fbpx
Connect with us

bisnis

Potensi Kakao Melimpah, Kelompok Desa Prima Putat Kembangkan Olahan Dodol Cokelat

Published

on

Patuk,(pidjar.com)–Komoditas kakao sangat mudah ditemui di Kabupaten Gunungkidul. Misalnya saja di Kapanewon Patuk yang sejak dulu dikenal dengan penghasil kakao dengan berbagai macam kualitas. Masyarakat sekitar pun juga mulai membaca peluang dari kakao tersebut untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Kelompok Desa Prima Gumregah, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk. Kelompok perempuan binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini mulai membaca peluang dengan membuat olahan kakao yang digemari di pasaran. Kelompok ini, beberapa waktu terakhir berinovasi dengan membuat makanan yaitu dodol kakao.

Salah seorang anggota Kelompok Desa Prima Gumregah, Wasiyanti mengatakan, di daerahnya komoditas kakao sangat melimpah. Kelompok perempuan mulanya berpikir untuk dapat memanfaatkan kakao-kakao yang dipanen oleh petani. Kemudian ide untuk membuat dodol kakao tercetus manakala dinas meminta kelompok tersebut untuk membuat produk unggulan.

“Kita memiliki potensi kakao dari situ muncullah ide bagaimana mengolah jenis tanaman ini untuk menghasilkan rupiah, tapi harganya sesuai dengan kantong masyarakat dan diminati pasaran,” kata Wasiyanti, Minggu (25/10/2020).

Kelompok ini kemudian membeli kakao biji kakao yang telah kering dan difermentasi oleh para kelompok tani Sido Dadi, Putat dengan harga Rp 60.000 untuk kualitas yang unggul. Kemudian biji tersebut digiling halus agar menjadi tepung, barulah diolah oleh kelompok dengan mencampurkan beberapa komponen bahan lainnya.

“Jadi kita juga membantu kelompok tani yang ada di Kalurahan Putat dalam penjualan biji kakao. Saling menguntungkan dan membantu antar kelompok,” tambahnya.

Untuk pembuatan dodol sendiri membutuhkan waktu yang agak lama memang. 25 anggota Kelompok Desa Prima Gumregah biasanya ikut terlibat dalam proses pembuatan ini.

“Penjualannya sementara kalau ada pesanan saja misalnya suguhan hajatan atau acara-acara. Ini kan bisa jadi pilihan yang berbeda juga, kalau merambah ke pasaran online atau lainnya belum,” imbuhnya.

Pihaknya mengedepankan kualitas dodol yang enak dan bagus. Meski begitu, harganya cukup terjangkau per kilogramnya sekitar Rp 70.000, per pack ada yang Rp 15.000 dan bisa juga dijual per biji menyesuaikan dengan permintaan.

“Alhamdulillah informasinya juga mau dapat bantuan dari DP3AKBPMD berupa peralatan produksi. Tentu sangat membantu, mudah-mudahan dapat dengan cepat berkembangnya usaha bersama ini,” papar Wasiyanti.

Usaha bersama tersebut juga sebagai upaya kelompok untuk menggerakkan ibu-ibu rumah tangga agar mendapatkan penghasilan tambahan dan memiliki pengetahuan serta pengalaman. Sehingga dapat membantu perekonomian keluarga, pasalnya dalam kondisi seperti sekarang semua harus berupaya untuk bisa lebih maju kembali.

“Ini juga upaya untuk meningkatkan peran perempuan, tidak hanya sebagai ibu rumah tangga yang hanya di rumah. Tapi bisa dapat sampingan yang menghasilan dan membantu perekonomian keluarga,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler