fbpx
Connect with us

Sosial

Jelang Awal Puasa, PD Muhammadiyah Minta Masyarakat Tak Lakukan Tradisi Padusan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Saat ini masyarakat tengah bersiap diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Biasanya, sebelum dimulainya bulan puasa, masyarakat Gunungkidul melaksanakan tradisi padusan. Tradisi tersebut kerap dilakukan di tempat pemandian umum atau pantai. Namun di tengah pandemi corona ini, masyarakat diminta untuk tidak melaksanakan tradisi semacam ini di tempat umum.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul, Sadmonodadi mengatakan, saat ini pemerintah masih menunggu rukyat untuk menentukan awal dimulainya puasa pada tahun ini. Namun begitu, dirinya memperkirakan bahwa awal puasa akan dilaksanakan serentak pada 24 April 2020 ini.

“Kelihatanya begitu (serentak 24 April) tetapi pemerintah masih menunggu rukyat,” kata Sadmonodadi, Rabu (22/04/2020).

Biasanya awal puasa selalu dibarengi dengan tradisi padusan sehari sebelum dijalankannya puasa. Menanggapi hal itu, ia berpesan kepada masyarakat yang hendak menyambut bulan suci ramadan.

“Khusus terkait dengan tradisi padusan, bagi yang melaksanakan sebaiknya tidak dilakukan di pemandian umum dan atau pantai. Dengan menjaga ketaatan kita kepada ulama dan pemerintah Insya Allah pandemi akan segera berakhir,” imbaunya.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Dengan tetap memperhatikan petunjuk para ulama dan ketentuan pemerintah. Sehingga ibadah puasa tahun ini dapat berjalan hikmad.

Berita Lainnya  Stok Pangan Masih Aman Hingga Beberapa Bulan ke Depan, Masyarakat Tak Perlu Panik

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono memastikan tidak adanya aktifitas padusan di kawasan pantai. Ia menegaskan bahwa kawasan pantai selatan masih ditutup.

“Obyek wisata pantai masih ditutup, tidak ada agenda yang mengarah tradisi padusan,” terang dia.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga menyiapkan personil yang bertugas di pos retribusi. Mereka selama ini bertugas untuk menghalau wisatawan yang akan masuk ke kawasan wisata.

“Ada patugas yang memberitahukan agar mereka putar balik,” ucap dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler