fbpx
Connect with us

Advertorial

Jelang Musim Kemarau, Bupati Tinjau Dua Reservoir

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Menjelang musim kemarau Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus fokus memberbaiki sarana pra sarana penyaluran air bersih. Seperti yang diketahui, Gunungkidul sendiri memiliki sumber air bawah tanah yang belum mampu dimaksimalkan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Jumat (21/05/2021), Bupati Gunungkidul, Sunaryanta melakukan peninjauan langsung terhadap dua lokasi reservoir air dan lokasi yang nantinya akan diproyeksikan sebagau pengolahan air. Keduanya yakni di Kapanewon Tanjungsari dan Saptosari.

Harapannya layanan air sambungan rumah tangga ini merata, terlebih saat musim kemarau,” ungkap Sunaryanta.

Menurutnya, sumber air Ngobaran sendiri memiliki debit air 100 liter per detik. Namun, karena keterbatasan pompa air, baru bisa dimanfaatkan  50 liter per detik.

Padahal sambungan rakyat setiap tahun memingkat, kami terus berupaya akan mengembangkan infrastruktur untuk pengangkatan sumber air bawah tanah,” beber dia.

Tentu, pembangunan ini tak serta merta dapat terwujud dalam waktu dekat. Namun ia memastikan, upaya upgrade kemampuan pompa untuk meretaskan kekeringan di Gunungkidul segera terwujud.

Dengan melihat potensi air di goa Ngobaran ini optimis nantinya dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat setelah dapat dinaikkan debitnya menjadi 100 liter per detik,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanta mengayakan, peningkatan permohonan SR setiap tahunnya mencapai 1.000 lebih. Rencananya, pembangunan resirfoir baru akan dilakukan di lokasi sisi timur  yang tidak jauh dari Pantai Baron.

Dengan peningkatan debit 50 liter perdetik untuk layanan sumber air di wilayah Kapanewon Tepus,” tandas Sri.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler