Uncategorized
Judi Online Jadi Pemicu Perceraian di Gunungkidul, Motor hingga Ternak Mertua Dijual buat Deposit
Wonosari, (pidjar.com)- Judi online tak hanya menguras keuangan keluarga, tetapi juga menjadi pemicu keretakan rumah tangga di Kabupaten Gunungkidul. Pengadilan Agama Wonosari mencatat, kecanduan judi online kini menjadi salah satu penyebab dominan perceraian yang diajukan, terutama oleh para istri.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Pengadilan Agama Wonosari menerima 859 perkara perceraian. Dari jumlah tersebut, sebagian besar gugatan yang berawal dari alasan ekonomi yang ternyata kemudian terungkap di persidangan dipicu oleh kebiasaan suami bermain judi online.
Humas Pengadilan Agama Wonosari, Asep Ginanjar Maulana Fadhilah, mengatakan fakta tersebut diketahui dari proses persidangan. Menurutnya, saat mendaftarkan gugatan, mayoritas penggugat hanya menuliskan alasan ekonomi.
“Kalau di gugatan awal biasanya ditulis faktor ekonomi. Namun setelah diuraikan dalam persidangan, penyebab utamanya ternyata judi online,” kata Asep saat ditemui, Selasa (21/7/2026).
Asep mengaku hampir setiap hari menangani perkara perceraian yang berkaitan dengan judi online.
“Meskipun awalnya ditulis faktor ekonomi, setelah diperiksa di persidangan yang muncul adalah judi online,” ujarnya.
Menurut Asep, mayoritas suami yang digugat cerai karena kecanduan judi online berusia antara 25 hingga 40 tahun atau masih berada pada usia produktif. Dari sisi pekerjaan, mereka didominasi pekerja swasta dan buruh.
“Kalau untuk profesi ASN, sejauh ini belum kami temukan dalam perkara yang kami tangani,” ucapnya.
Dampak kecanduan judi online, lanjut Asep, tidak berhenti pada habisnya gaji suami. Dalam sejumlah perkara, suami nekat menjual aset keluarga bahkan milik mertua demi mendapatkan uang untuk deposit judi online.
“Motor sudah jelas, yang pertama pasti hilang itu motor. Setelah itu merangsek ke perhiasan istri. Ada juga yang tega menjual ternak milik mertua,” ungkapnya.
Pengadilan Agama Wonosari, kata Asep, juga berupaya mempercepat proses penyelesaian gugatan cerai dalam perkara semacam ini. Harapannya, para pelaku judi online menyadari konsekuensi yang ditimbulkan akibat perbuatannya.
Ia menilai, keputusan istri menggugat cerai umumnya merupakan puncak dari persoalan yang telah berlangsung lama. Selama ini, istri kerap menjadi pihak yang paling dirugikan karena suami lebih mengutamakan judi dibanding memenuhi kebutuhan keluarga.
“Bukan hanya kebutuhan rumah tangga yang terabaikan, uang untuk anak pun sering kali habis dipakai berjudi. Akibatnya muncul tekanan ekonomi, konflik keluarga, bahkan tidak jarang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.
Asep menyebut, sejumlah perkara gugatan cerai dengan alasan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga berawal dari kebiasaan suami bermain judi online.
“Jadi efeknya bukan hanya kepada pelaku, tetapi juga kepada istri, anak, dan lingkungan sekitarnya. Ada efek domino yang merusak kehidupan sosial,” ujarnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
