Uncategorized
Tak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
Ponjong,(pidjar.com)– Persoalan listrik padam berujung hingga terjadinya penganiayaan brutal terhadap seorang pemuda. Dimas Nur Ikhsan, warga Sumber Lor, Kalurahan Ponjong, Kapanewon Ponjong hingga saat ini masih harus menjalani perawatan jalan pantaran luka parah yang dideritanya. Korban sendiri mengalami retak pada tulang rusuk dan lebam di tubuhnya.
Kepada Pidjar.com, Dimas menceritakan ihwal mula penganiayaan yang menimpa dirinya. Beberapa hari lalu tepatnya pada Minggu (19/07/2026), Dimas dihubungi oleh saudaranya yang tinggal di Padukuhan Pati, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong karena listrik di rumahnya padam yang juga berdampak terhadap tiga rumah lainnya milik tetangganya. Selama ini, rumah-rumah tersebut memang menyambung aliran listrik dari saudara korban.
Saat itu sekitar pukul 22.00 WIB, Dimas datang dan mencoba mencari penyebab padamnya aliran listrik di rumah saudaranya. Namun upaya tersebut rupanya tak membuahkan hasil.
Salah seorang tetangga saudara korban bersikeras agar proses perbaikan tetap dilanjutkan malam itu agar listrik segera menyala. Dimas yang merasa tak sanggup kemudian sempat mengutarakan jika besok setalah pagi akan cek dan dibenahi oleh rekannya.
“Saat itu saya bilang tidak memungkinkan kalau harus memperbaiki saat itu karena saya juga tidak paham soal listrik. Saya sudah menyampaikan kalau diperbaiki siang hari bagaimana ? Tetapi tetangga bude saya itu tetap meminta agar listrik segera diperbaiki dengan alasan membutuhkan aliran air untuk keperluan anak sekolah,” kata Dimas

“Saya tawarkan jika membutuhkan air saya bersedia mengambilkan untuk kebutuhan anaknya sekolah dan kebutuhan lain,” imbuhnya.
Namun ia justru mendapatkan jawaban yang kasar. Tetangga tersebut juga melontarkan kata-kata yang kasar terhadap bude serta saudaranya tersebut.
“Sempat saya ingatkan agar berbicara dengan orang yang lebih tua maupun orang lain dilakukan dengan cara yang baik. Dia itu sudah sering berkata kasar terhadap bude saya,” ucapnya.
Saat itu, situasi kemudian memanas dan berujung adu mulut. Tak berapa lama, situasi berubah menjadi kontak fisik. Dimas mengaku didorong bagian pundaknya oleh I, tetangga saudaranya dengan cukup keras hingga hampir terjatuh. Ia kemudian melakukan perlawanan sebagai upaya membela diri. Namun kemudian, tetangga lainnya yang berinisial N ikut serta membantu I. Kalah jumlah, Dhimas akhirnya tak kuasa melawan dan kemudian dikeroyok oleh I dan N.
“Saya dan I ini sempat berkelahi. Kemudian saya jatuh dengan posisi saya tersungkur, kaki dan tangan saya dipegang, lalu perut sampai dada saya diinjak-injak ada N juga yang ikutan dengan I,” imbuhnya.
Dimas mengatakan dirinya kemudian berhasil melepaskan diri dari cengkeraman kedua orang tersebut dan berdiri untuk melawan demi menyelamatkan diri. Namun, saat berusaha melawan salah satu pihak, seorang perempuan datang dan memukulnya beberapa kali menggunakan senter.
Akibat kejadian tersebut, Dimas mengalami luka sobek pada bagian dahi. Ia juga mengaku mengalami lebam serta bekas injakan di sejumlah bagian tubuh.
Atas kejadian tersebut, Dimas bersama pihak keluarga telah menjalani visum dan melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polres Gunungkidul.
“Hasil visum itu memang ada lebam di tubuh saya, bekas timbukan senter di dahi saya ini, kemudian tulang rusuk saya retak dan ada bekas injakan di dada serta perut,” tandasnya.
Pada Senin, (20/07/2026) kemarin ia bersama orang tuanya telah resmi melapor ke Polres Gunungkidul. Namun demikian pihaknya masih menunggu proses pemanggilan untuk pemeriksaan.
“Saya sempat tanya estimasi penangannya berapa lama. Infonya 1 sampai 2 bulan,” ucapnya.
Ia berharap proses pemeriksaan dan penanganan terhadap pihak yang dilaporkan dapat dilakukan secara cepat.
“Harapannya pemeriksaan saksi, korban dan pelaku dapat dipercepat. Sehingga pelaku ini bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Ibu Dimas mengatakan pada pelaporan kemarin ada 2 pelaku yang dilaporkan ke Polres Gunungkidul. Dengan pelaporan ini diharapkan agar proses hukum dapat segera berjalan sehingga kedua pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
“Kemarin laporan dan kemudian di BAP, semoga prosesnya cepat bergulir, pemeriksaan pelaku dan lainnya,” tutupnya.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
