fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kebakaran di Siang Bolong, Rumah Beserta Surat Berharga dan Perhiasan Luluh Lantak Diamuk Api

Published

on

Rongkop,(pidjar.com)–Sebuah rumah di Padukuhan Cabe RT 04 RW 16, Desa Botodayaan, Kecamatan Rongkop luluh lantak dilalap api pada Selasa (06/03/2018) siang tadi. Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting arus listrik. Beruntung meski rumah milik Nawitorejo tersebut mengalami kerusakan ang cukup parah, namun tak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa diketahui pertama kali oleh tetangga korban yang melihat kepulan asap yang berasal dari atap rumah korban. Namun awalna, asap tersebut disangka hanya asap dari kepulan aktifitas memasak.

Tetangga korban baru menyadari telah terjadi kebakaran setelah melihat asap semakin pekat dan kemudian mulai muncul kobaran api. Sejumlah warga yang melihat pun lantas berteriak meminta pertolongan.

Warga ang kemudian bertangan lantas bergotong royong memadamkan api meski dengan peralatan seadanya. Sejumlah warga kemudian masuk ke rumah dengan jalan mendobrak pintu dan melakukan pemadaman dari dalam rumah.

Kapolsek Rongkop, AKP Yulianto menjelaskan, berkat upaya pemadaman dari warga dan petugas, api bisa dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Api sendiri sempat membesar dan mengakibatkan bagian dapur serta dua kamar tidur milik korban hangus dilalap api dan mengalami kerusakan cukup parah.

"Sejumlah surat berharga termasuk ijazah SD dan SMP, uang tunai dan peralatan elektronik ikut terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 35 juta," kata Yulianto.

Ditambahkan Yulianto, penyebab kebakaran sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun dari hasil olah TKP, musibah tersebut diduga lantaran adanya hubungan arus pendek listrik. Api yang terpantik dari korsleting listrik tersebut kemudian membesar setelah menyambar bagian rumah yang terbuat dari kayu.

"Kondisi rumah saat itu kosong karena Nawitorejo sedang bekerja ke ladang dan istrinya mengantar anak sekolah sehingga kemudian terlambat diketahui," pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler