Budaya
Kemendikbudristek Rayakan Narasi Babad Jawa dengan Festival Panji ASEAN 2023
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seiring zaman, cerita Panji merupakan karya sastra dan budaya Indonesia yang berkembang pada abad ke-14 Masehi. ASEAN Panji Festival 2023 digelar di sejumlah provinsi di negara Indonesia. Salah satu pagelarannya dihelat di Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada Jumat (13/10/2023).
Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan pihaknya merayakan narasi yang sebenarnya tersebar di seluruh wilayah Asia. Cerita yang berkisah mengenai Kerajaan Kadiri ini adalah kisah asli Jawa Timur dan berkembang pesat pada masa Majapahit. Cerita Panji memiliki banyak versi dan tersebar hingga ke wilayah Asia Tenggara. Selain Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatra, kisah Panji juga menyebar hingga ke Thailand, Kamboja, Laos, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Myanmar.
“Seperti yang kita tahu bahwa cerita panji berasal dari Jawa pada 700 atau 800 tahun yang lalu. Dan ini mungkin karena tema universalnya adalah cinta, petualangan, dan juga, tentu saja, identitas,”tutur Hilmar.

Panji ASEAN Festival 2023 (risbika)
Event tersebut kaya akan ekspresi tradisional mengenai detail menyenangkan melalui tari, teater, dan seni visual, penonton juga diharapkan menyadari sifat penceritaan yang terus berkembang. Akan sangat baik menyatukan berbagai pengetahuan tentang ekspresi, pengalaman, dan mengikatnya bersama-sama untuk membangun permadani baru dalam bercerita di kawasan Asia Tenggara.
Cerita Panji (Inao) menceritakan petualangan Pangeran Panji Inu Kertapati (Inao) dan sang pujaan hati, Dewi Sekartaji (Putri Candra Kirana). Keduanya dipisahkan dan harus melampaui berbagai rintangan untuk bersatu kembali. Kisah umum ini diceritakan kembali berkali-kali dengan berbagai latar, karakter, dan nama. Kisah diwarnai dengan berbagai kejadian supernatural dan juga metamorfosis, penyamaran, hingga peralihan gender.
“Mari kita terinspirasi oleh kreativitas dan inovasi yang dihasilkan oleh kisah-kisah Panji selama berabad-abad dan lintas batas negara, dan marilah kita bersama-sama menulis bab berikutnya dalam kisah merah Panji, yang mencerminkan zaman dan aspirasi kita,”tandas Hilmar.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
