fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Keputusan Disebut Bersifat Politis, Pembangunan Sirkuit Balap di Semanu Terancam Batal

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Harapan para penggemar otomotif di Gunungkidul yang sempat terbuka untuk bisa memiliki sirkuit berstandar internasional nampaknya perlahan-lahan bisa dibilang layu sebelum berkembang. Sirkuit yang rencananya akan dibangun di Padukuhan Kenteng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu tersebut dipastikan tidak akan dibangun dalam waktu dekat. Meski telah melakukan pembebasan lahan, namun Pemkab Gunungkidul belum berencana akan membangun sirkuit yang digadang-gadang bakal berlevel nasional tersebut. Ketiadaan dana baik untuk kembali membebaskan lahan yang masih maupun untuk membangun menjadi penyebab hal tersebut.

Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono menuturkan bahwa proses perencanaan pembangunan sirkuit ini sejak awal bersifat politis. Meski demikian, Drajad enggan menjelaskan lebih lanjut terkait statemennya tersebut.

Ia paparkan, pemilihan lokasi di Kecamatan Semanu dirasa kurang sesuai dengan perencanaan dari Pemkab Gunungkidul.

"Sebenarnya kita menginginkan agar bisa mempunyai sport centre yang lengkap dan terpadu. Ada berbagai macam fasilitas seperti misalnya lokasi olahraga panahan dan bisa juga ada sirkuit dan yang lainnya," terang Drajad, Jumat (10/08/2018).

Berita Lainnya  Revitalisasi Senilai 7,8 Miliar Rampung, Pedagang Pasar Playen Resmi Boyongan

Adapun lokasi sport centre tersebut diusahakan bisa menjadi satu dengan Stadion Gelora Handayani. Hal ini membuat lokasi rencana awal pembangunan di Kecamatan Semanu tidak sesuai dengan rencana pihaknya.

Saat ini, untuk pembangunan sirkuit, pihaknya masih kekurangan lahan tambahan seluas 2 hektar. Drajad menyatakan tidak mengetahui kapan nantinya pengadaan lahan tambahan tersebut akan dilakukan pemerintah.

"Kalau lahan dari yang sudah kita bebaskan masih ada kekurangan 2 hektar. Kita belum tahu kelanjutannya akan bagaimana," tandas dia.

Sementara itu, kebuntuan pembangunan sirkuit balap Semanu itu langsung mendapatkan reaksi keras dari kalangan DPRD Gunungkidul. Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto meminta agar pemerintah bisa merealisasikan pembangunan sirkuit balap tersebut. Ia menyebut bahwa sirkuit ini akan sangat berguna bagi warga masyarakat Gunungkidul.

Selain mewadahi para penggemar olahraga otomotif sekaligus memberantas ajang balapan liar, adanya aktifitas di sirkuit juga akan menggerakan roda perekonomian warga masyarakat setempat. Selain itu juga akan ada dampak pariwisata lantaran sirkuit bergengsi ini akan berstandar nasional.

"Kalau dipending kita tidak masalah, tapi jangan sampai dibatalkan," ujar Purwanto.

Berita Lainnya  Pantau Kinerja Guru dan Kepala Sekolah, Pemerintah Wacanakan Terapkan Sistem Pantauan Absensi Online

Terkait dengan pembiayaan pembangunan, Purwanto sepenuhnya menyadari bahwa dana tidak bisa didapat dari APBD Gunungkidul dengan segala keterbatasan. Namun seharusnya hal tersebut tidak menjadi masalah lantaran Pemkab bisa menggunakan skema pembiayaan dari APBD Provinsi melalui Danais, maupun juga dari APBN dari Kemenpora.

"Saya yakin kalau Pemkab mau berusaha, ini bisa dibiayai. Apalagi untuk pusat sebenarnya ada banyak pos anggaran," beber dia.

Dia berharap Pemkab bersama DPRD Gunungkidul bisa bekerjasama dalam mewujudkan Gunungkidul untuk bisa memiliki sirkuit berstandar nasional ini. Paling tidak, tahun 2019 nanti, sudah ada perencanaan matang terkait rencana pembangunan.

"Undang yang benar-benar ahli dalam perencanaan. Agar ini bisa sesuai dengab rencana awal kita," tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler