fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kerumunan di Rumah Makan Jadi Kendala Penerapan PSTM di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gunungkidul saat ini masih terus menjalankan Instruksi Bupati Nomor 443/0139 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Gunungkidul. Dalam pelaksanaannya, saat ini menemui sejumlah kendala. Dimana kuota yang hanya boleh 25% makan di tempat juga belum dipatuhi masyarakat serta pedagang.

Kepala Bidang Penegakkan Perda, Sat Pol PP Gunungkidul, Sugito mengatakan, upaya penertiban paksa bagi para pedagang yang mana menerima pengunjung lebih dari 25% urung dilakukan. Pihaknya sejauh ini masih menekankan pada teguran dan edukasi bagi para pedagang yang masih melanggar Instruksi Bupati.

“Kami harus menegur sekali dua kali kemudian teguran ketiga mungkin baru bisa tindakan penertiban, tapi sejauh ini mereka sudah mematuhi ketika sudah kami ingatkan,” kata Sugito, Jumat (15/01/2021).

Sugito menambahkan, pembatasan jam buka makan di tempat sampai pukul 19.00 WIB juga masih menjadi kendala pihak Sat Pol PP. Rerata para penjual sudah membubarkan diri ketika pihaknya melakukan patroli.

“Jadi sebelum kita datang untuk edukasi mereka sudah pergi,” imbuh Sugito.

Kemudian untuk, penertiban pedagang dimana hanya boleh buka hingga pukul 21.00 dengan metode bukan makan di tempat juga masih menyisakan kendala. Ia mengaku, sejauh ini banyak pedagang yang buka di sore hari.

“Sedangkan kami terbatas oleh personil. Kami masih berjalan di lingkup ibukota,” ujarnya.

Melihat sejumlah kendala yang dihadapi Sat Pol PP ini, pihaknya berharapmada dukungan dari pemerintah tiap kapanewon. Sugito meminta pemangku kebijakan di kapanewon dapat melakukan patroli di wilayah masing-masing.

“Kegiatan patroli bisa dilakukan bersamaan seluruh kapanewon. Memamg di ibukota sudah intens setiap malam pukul 18.30 WIB,” papar dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler