Olahraga
Klasemen Sementara Lipeg 2019, Lima Sekolah Tercatat Unggul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Liga Pelajar Gunungkidul (Lipeg) yang digelar di Stadion Gelora Handayani memasuki pekan ke empat. Dalam babak penyisihan memperebutkan posisi 8 besar ini, persaingan yang terjadi cukup ketat dan sengit. Masing-masing tim berusaha menampilkan perfoma terbaik dengan menerapkan strategi dan teknik yang berbeda-beda.
Ketua panitia Lipeg, Heri Santoso mengatakan, persaingan permainan di lapangan berlangsung sengit. Teknik-teknik yang di luar batas pikiran lawan juga dikeluarkan oleh para pemain untuk berhasil merebut kedudukan. Klasemen tertinggi untuk sementara ini diduduki oleh SMA Negeri 1 Tanjungsari, SMA Negeri 2 Playen, SMK Negeri Girisubo, SMK Muhammadiyah 2 Playen, ditambah dengan SMK Negeri 2 Wonosari. Adapun dari masing-masing tim berhasil mencetak 6 goal selama 2 kali bermain dan 2 kali menang.
“Ini hanya klasemen sementara, karena ada yang belum kembali dipertemukan di lapangan. Memasuki babak penyisihan untuk merebutkan runner up persaingan cukup ketat,” ucap Heri Santoso, Sabtu (09/02/2019).
Meski permainan berlangsung sengit dan ketat, namun tidak berujung pada perselisihan kedua kubu lantaran terpancing emosi. Pun dengan pelanggaran-pelanggaran kecil yang sempat terjadi di rumput hijau disikapi dengan positif oleh para pemain maupun suporter di luar lapangan. Sehingga sampai permainan berakhir sementara ini berjalan damai dan kondusif.
Lanjut Heri, sejak pekan ke tiga lalu dari panitia juga terjun untuk melakukan seleksi pemain yang memiliki kemampuan dan skill lebih unggul dibandingkan dengan pemain lainnya. Langkah ini dilakukan karena menyeleksi pemain berbakat, kemudian dilakukan pembinaan dan tergabung dalam grup Gunungkidul di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang akan segera digelar.
Adapun sementara ini, bedasarkan pencetak goal terbanyak dikantongi oleh Jauhar Nurdani dari SMAN 1 Tanjungsari dengan raihan 3 goal. Kemudian untuk 2 goal yakni Tri maryanto dari SMKN 3 Wonosari, Herjuno Pangestu SMKN 2 Wonosari, David Irgiyanto SMK YAPPI Wonosari. Hasannudin SMAN 2 Playen, Tomy Oktavian SMKN 3 Wonosari, Agung Setiyabudi SMK Muhammadiyah 1 Playen, Dodi Nur Cahya SMK Muhammadiyah Tepus, Yanua Hasta SMK Muhammadiyah Tepus, dan Raka Rafi dari SMKN 1 Girisubo.
“Semua kami harapkan berjalan baik, untuk menjaga kondusifitas. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Sehingga liga pelajar ini paling tidak bisa menjadi percontohan dan memberikan ruang pada siswa Gunungkidul untuk menunjukkan bakat mereka,” tambah dia.
Dilanjutkanya, ada pemandangan yang sedikit berbeda dan menarik pada pertandingan kali ini dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut ada pada kesadaran para suporter untuk membersihkan lingkungan usai pertandingan berlangsung. Hal ini tentu menjadi apresiasi luar biasa dari para panitia, sebab mampu menunjukan loyalitasnya pada dukungan acara.

“Jadi pas salah satu tim main memang para suporter membawa atribut yang banyak seperti kertas tulisan dan ada banyak atribut lain. Tadi emang agak tercengang, pas selesai mereka dengan sadar membersihkan tanpa diminta oleh panitia,” ucapnya.
Pelatih SMA Negeri 1 Tanjungsari, Fitri Yuli Setiawan mengungkapkan, sejak awal timnya berusaha semaksimal mungkin dalam mengikuti ajang bergengsi tingkat kabupaten ini. Target dari sekolah yang dikenal dengan prestasi olahraganya tersebut, yakni kembali merebut piala bergilir Kemenpora. Apalagi mengingat tahun lalu piala itu sempat lepas dari genggaman.
“Setiap permainan dan latihan langsung dievaluasi, apa yang perlu ditingkatkan. Kepercayaan diri dan mental lah yang perlu lebih ditingkatkan,” terangnya.
Diakuinya, pada pertandingan beberapa waktu lalu, sempat ada insiden para pemain terpancing emosi, sehingga kapten tim harus mendapat kartu merah. Meski tidak mempengaruhi permainan para pemain di lapangan, namun insiden tersebut dijadikan pelajaran agar tidak terulang hal serupa.
“Itu salah satu evaluasi kami jangan mudah terpancing emosi. Tapi kami kedepankan memang, meski di dalam lapangan adu kemampuan tapi di luar kita tetap solid. Saya rasa semua begitu,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
