Olahraga
Prestasi Gemilang Karateka Muda Gunungkidul di Ajang Sunan Kalijaga Cup XI
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Satu lagi atlet muda Gunungkidul yang berprestasi gemilang. Adalah Arinda Citraningrum yang mampu meraih juara II di dalam kejuaraan karate berlevel nasional yang dihelat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga beberapa waktu lalu. Remaja berparas cantik siswi SMK Negeri 1 Saptosari tersebut terjun pada kelas kumite putri 47 kilogram kadet.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Arinda mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka jika dalam kejuaraan ini mampu menorehkan prestasi gemilang. Pasalnya dalam ajang ini, lawan-lawan yang harus dihadapinya memang adalah karateka-karateka muda terbaik yang ada di Indonesia.
Meski begitu, ia mengaku cukup kecewa lantaran langkahnya untuk menyabet gelar terbaik harus terhenti di partai puncak. Arinda menyatakan bahwa hasil dari kejuaraan ini semakin menambah semangatnya untuk terus berkiprah di ajang dunia bela diri.
“Pas tanding itu terus berdoa, lawannya juga berat-berat tapi Alhamdulillahnya bisa memberikan yang terbaik meski belum duduk sebagai juara 1,”ucap Arinda Citraningrum, Rabu (30/01/2019).
Remaja perempuan yang semula memiliki cita-cita menjadi model memang telah malang melintang di dunia karate. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah berkecimpung di dunia olahraga bela diri ini. Kecintaannya pada olahraga bela diri pun berbuah manis sejak ia berupaya mendalami karate. Berbagai kejuaraan resmi dari pemerintah atau instansi lain terus ia ikuti untuk mengasah kemampuannya.

Mulai dari menjuarai O2SN tingkat kabupaten, O2SN di tingkat provinsi dan beberapa kejuaraan lain telah ia dapat. Prestasinya pun cukup gemilang diusianya yang baru menginjak usia 16 tahun. Hampir di setiap kompetisi ia selalu menduduki peringkat 3 besar.
Minimal 5 kali dalam seminggu ia gunakan waktu untuk terus mengasah kemampuannya dalam bela diri. Meski begitu, Arinda memaparkan bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, latihan yang dilakukan memang tidak terlalu intens. Ia lebih banyak sekedar berlatih dengan pelatih profesional atau hanya beradu dengan teman sehobinya.
“Seminggu minimal 5 kali memang untuk berlatih. Stamina juga harus dijaga dengan baik, dukungan dari orang tualah yang menurut saya sangat penting. Kemudian semangat dari diri sendiri juga harus dipupuk,” tambah dia.
Adapun ia termotivasi dengan sejumlah atlet yang memiliki kelincahan dalam melakukan bela diri. Remaja asal Kadisobo, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang awal terjun ke dunia karate yakni ingin memiliki keahlian dalam bela diri, sehingga dapat melindungi diri sendiri jika sekiranya terdaat hal-hal yang dapat membahayakan. Untuk prestasi ia anggap bonus dari upayanya selama ini.
“Awalnya hanya pengen bisa melindungi diri sendiri lah paling tidak. Kalau cita-cita awal memang ingin jadi model namun seiring waktu dan adanya kemampuan bela diri ingin jadi anggota militer,” tambah dia.
Dirinya pun juga berharap bagi atlet-atlet karate lainnya dapat berprestasi lebih dari ini. Mengharumkan nama diri sendiri dan daerah Gunungkidul yang semakin dikenal oleh masyarakat luas adalah wujud pengabdian sehingga prestasi harus selalu ada.
Sementara itu, Janu Tri Wahyudi, S.Pd, pelatih karate SMK Negeri 1 Saptosari tak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas prestasi yang ditorehkan oleh salah seorang siswanya. Dari keluarga dan sekolah pun terus berusaha memberikan dorongan, dukungan dan pelatihan bagi Arinda dan beberapa siswa lainnya. Agar bakat dan kemampuan mereka lebih terasah kembali.
“Di sekolah memang ada ekstra unggulan karate bagi siswa berprestasi dan mereka yang baru mau terjun dalam dunia ini,” terang dia.
Berkat adanya pelatihan ini, atlet-atlet karate dari SMK N 1 Saptosari memang sangatlah diperhitungkan kemampuannya. Terbukti setiap kali ada ajang bergensi dari pemerintah maupun lainnya sejumlah juara selalu dikantongi. Ke depan, Janu sangat berharap akan adanya atlet karate dari Gunungkidul bisa ikut dalam gelaran olahraga level besar, seperti PON, SEA GAMES atau bahkan Asian Games hingga Olimpiade.
“Ini mimpi besar saya selaku pelatih dan atlet karate. Meski berat namun jika ada semangat diimbangi dengan kemampuan tentu hal ini tidaklah mustahil,” tutup dia.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
