fbpx
Connect with us

Sosial

Los Pasar Munggi 2 Dibangun Rampung, Relokasi Pedagang Menggandeng Satpol PP

Diterbitkan

pada

BDG

Semanu,(pidjar.com)–Sempat terkendala refokusing anggaran akibat pandemi covid19 pada tahun 2020 lalu, kini pembangunan Los Pasar Munggi 2 di Kapanewon Semanu telah dirampungkan. Pedagang yang tadinya berjualan di pinggir jalan sudah bisa menempati los baru dengan kapasitas 200 pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan Pasar Munggi 2 dibangun menggunakan dana Tugas Pembantu (TP) yang bersumber dari APBN tahun 2020 dan 2022. Pada tahun 2020, pembangunan tahap pertama dianggarkan sebesar Rp. 2,3 miliar.

Disebutnya jika pada pembangunan tahap pertama tahun 2020 lalu sempat terkendala refokusing anggaran akibat pandemi covid19 sehingga proses penyelesaian pembangunan dikerjakan secara bertahap. Saat ini pihaknya tengah berupaya merelokasi pedagang yang berjulan di pinggir jalan untuk pindah ke los pasar yang baru, diperkirakan los pasar yang baru mampu menampung 200 pedagang.

Berita Lainnya  Tenda Telah Terpasang, Hajatan Warga Terpaksa Dibatalkan

“Dilanjutkan pembangunan dari TP APBN tahun 2022 sebesar Rp. 2,3 miliar. Selesai dibangun pasar ini mulai dioperasikan tanggal 25 Maret kemarin dan saat ini tengah merelokasi pedagang secara bertahap bekerjasama dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” jelasnya, Kamis (30/03/2023).

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyampaikan agar pedagang bisa menempati los pasar baru yang sudah selesai dibangun sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. Dirinya juga meminta agar Dinas Perdagangan Gunungkidul melakukan penataan pasar baik di Pasar Munggi 1 ataupun Pasar Munggi 2. Dalam penataan pasar, ia juga meminta agar aksesibilitas pasar bisa dilengkapi baik yang digunakan untuk pedagang maupun pengunjung.

“Pasar ini kita harapkan menjadi lokomotif perekonomian di Semanu dan sekitarnya,” pungkas Sunaryanta.

Berita Lainnya  Komunitas Mudi37, Gelontor Pemuda Dengan Kegiatan Sosial Agar Terhindar Dari Mabuk-mabukan dan Ugal-ugalan

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler