fbpx
Connect with us

Info Ringan

Mencicipi Ulat Jedung, Berbentuk Menjijikan Namun Memiliki Rasa Kelezatan Tiada Tara

Published

on

Paliyan,(pidjar.com)–Gunungkidul sangat erat kaitannya dengan berbagai macam kuliner ekstrem. Berbagai macam serangga diolah menjadi bahan makanan dan banyak digemari masyarakat. Mulai dari belalang, jangkrik, ulat jati, ulat besi hingga jenis keong menjadi santapan yang lezat. Yang menarik dan saat ini tengah banyak menjadi perhatian adalah olahan makanan berbahan dasar ulat jedung. Serangga dengan ukuran cukup besar ini mampu diolah masyarakat dijadikan santapan lezat nan gurih.

Seperti diceritakan oleh Saji, warga Padukuhan Singkil, Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Secara terus terang, Saji mengaku ketagihan akan lezatnya ulat jedung. Tak heran apabila setiap sore setelah bekerja, ia rutin melakukan aktifitas berburu ulat jedung.

Dengan membawa sebatang bambu panjang, ia menuju perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon mahoni. Sebab, di pohon tersebut, ulat jedung biasanya banyak ditemui.

Memang butuh ketelitian untuk dapat melihat dan menemukan keberadaan ulat jedung. Sebab, ulat yang bisa dikonsumsi ialah ulat yang sudah ada di dalam kepompong.

Berita Lainnya  Lima Tips Mengelola THR Dengan Bijak

“Kepompong itu warnanya coklat mirip daun kering. Jadi kita harus cermat untuk mencarinya. Kalau sudah ketemu kita ambil menggunakan bambu itu,” kata Saji, Rabu (24/04/2019).

Dengan ketelatenannya, tak membutuhkan waktu lama ia selalu berhasil mendapatkan ulat jedung dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah dirasa mencukupi, ia bergegas pulang untuk langsung mengolah ulat tersebut. Namun pekerjaan lain masih menanti sebelum ulat jedung bisa dimasak. Sebab, kepompong-kepomponh tersebut harus dikupas untuk mengeluarkan ulat atau kepompong itu sendiri.

“Pisaunya harus tajam, karena kulitnya keras,” kata dia.

Setelah berhasil dikupas, ulat maupun kepompong itu kemudian dicuci. Berbagai bumbu ala bacem pun disiapkan seperti gula merah, bawang putih, bawang merah, daram dan beberapa bahan tambahan lain.

“Ulat jedung ini bisa dibacem atau digoreng gurih. Untuk rasanya ya enak sekali. Gurih dan empuk,” kata dia.

Bagi sebagian besar orang, banyak yang akan merasa geli ataupun takut ketika melihat wujud menyeramkan dari ulat jedung itu. Selain ukurannya besar, tekstur kenyal serta seperti duri menyelimuti tubuh warna hijaunya.

Berita Lainnya  Suhu Udara Bikin Gerah, Ini Penjelasan BMKG

Rasa dari ulat jedung ini menurut Saji memang cukup lezat. Diceritakannya, ulat jedung berasa layaknya makanan ungkrung jati. Akan tetapi lantaran ukurannya lebih besar, ulat jedung menyajikan daging yang lebih banyak. Hal ini yang membuat Saji merasa ketagihan untuk mencicipi ulat jedung.

“Kalau ulatnya hijau, tetapi kalau kepompongnya coklat sebesar ibu jari orang dewasa,” imbuh dia.

Meski wujudnya menyeramkan, namun keberadaan ulat jedung ini pun diakuinya banyak dicari. Namun, Saji mencari ulat itu untuk dikonsumsi sendiri bukan untuk dijual.

“Hanya dimasak sendiri, tidak dijual. Tapi kalau misal dapat banyak ya mungkin bisa dijual,” kata dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler