Connect with us

Info Ringan

Mencicipi Ulat Jedung, Berbentuk Menjijikan Namun Memiliki Rasa Kelezatan Tiada Tara

Diterbitkan

pada

Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gunungkidul sangat erat kaitannya dengan berbagai macam kuliner ekstrem. Berbagai macam serangga diolah menjadi bahan makanan dan banyak digemari masyarakat. Mulai dari belalang, jangkrik, ulat jati, ulat besi hingga jenis keong menjadi santapan yang lezat. Yang menarik dan saat ini tengah banyak menjadi perhatian adalah olahan makanan berbahan dasar ulat jedung. Serangga dengan ukuran cukup besar ini mampu diolah masyarakat dijadikan santapan lezat nan gurih.

Seperti diceritakan oleh Saji, warga Padukuhan Singkil, Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Secara terus terang, Saji mengaku ketagihan akan lezatnya ulat jedung. Tak heran apabila setiap sore setelah bekerja, ia rutin melakukan aktifitas berburu ulat jedung.

Berita Lainnya  Mengenal Penyakit Mata Ikan Pada Tangan dan Pengobatannya

Dengan membawa sebatang bambu panjang, ia menuju perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon mahoni. Sebab, di pohon tersebut, ulat jedung biasanya banyak ditemui.

Memang butuh ketelitian untuk dapat melihat dan menemukan keberadaan ulat jedung. Sebab, ulat yang bisa dikonsumsi ialah ulat yang sudah ada di dalam kepompong.

“Kepompong itu warnanya coklat mirip daun kering. Jadi kita harus cermat untuk mencarinya. Kalau sudah ketemu kita ambil menggunakan bambu itu,” kata Saji, Rabu (24/04/2019).

Dengan ketelatenannya, tak membutuhkan waktu lama ia selalu berhasil mendapatkan ulat jedung dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah dirasa mencukupi, ia bergegas pulang untuk langsung mengolah ulat tersebut. Namun pekerjaan lain masih menanti sebelum ulat jedung bisa dimasak. Sebab, kepompong-kepomponh tersebut harus dikupas untuk mengeluarkan ulat atau kepompong itu sendiri.

Berita Lainnya  Tujuh Manfaat Mengkonsumsi Susu Sapi Murni

“Pisaunya harus tajam, karena kulitnya keras,” kata dia.

Setelah berhasil dikupas, ulat maupun kepompong itu kemudian dicuci. Berbagai bumbu ala bacem pun disiapkan seperti gula merah, bawang putih, bawang merah, daram dan beberapa bahan tambahan lain.

“Ulat jedung ini bisa dibacem atau digoreng gurih. Untuk rasanya ya enak sekali. Gurih dan empuk,” kata dia.

Bagi sebagian besar orang, banyak yang akan merasa geli ataupun takut ketika melihat wujud menyeramkan dari ulat jedung itu. Selain ukurannya besar, tekstur kenyal serta seperti duri menyelimuti tubuh warna hijaunya.

Rasa dari ulat jedung ini menurut Saji memang cukup lezat. Diceritakannya, ulat jedung berasa layaknya makanan ungkrung jati. Akan tetapi lantaran ukurannya lebih besar, ulat jedung menyajikan daging yang lebih banyak. Hal ini yang membuat Saji merasa ketagihan untuk mencicipi ulat jedung.

Berita Lainnya  Resep Ketan Serundeng Kelapa Pedas Manis

“Kalau ulatnya hijau, tetapi kalau kepompongnya coklat sebesar ibu jari orang dewasa,” imbuh dia.

Meski wujudnya menyeramkan, namun keberadaan ulat jedung ini pun diakuinya banyak dicari. Namun, Saji mencari ulat itu untuk dikonsumsi sendiri bukan untuk dijual.

“Hanya dimasak sendiri, tidak dijual. Tapi kalau misal dapat banyak ya mungkin bisa dijual,” kata dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler