fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Nyaris Sentuh 1000 Kasus, Dinkes Himbau Masyarakat Waspadai Demam Berdarah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul sedang menghadapi musim pancaroba. Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu ancaman penyakit yang muncul saat musim seperti ini. Dinas Kesehatan Gunungkidul sendiri sudah mulai menghimbau kepada masyarakat untuk lebih jeli dan menerapkan pola hidup yang bersih.

Kepala Bidang Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan pihaknya terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3 M (menutup, menguras, dan mengubur) benda-benda yang sekiranya dapat digunakan sebagai sarang nyamuk.

“Pemantauan jentik disetiap rumah tangga juga sangat perlu dilakukan,” kata Sumitro, Selasa (13/10/2020).

Pemantauan dinas di lapangan, pola DBD dari tahun ke tahun hampir sama. September ini mulai naik meski tidak signifikan. Kemudian di perkirakan Desember sampai dengan Februari menjadi puncak penyebarannya.

Berita Lainnya  Relakan Rumah dan Isinya Untuk Lokasi Isolasi, Ngadiyem Dikunjungi Wakil Bupati

Seperti yang terjadi di tahun 2020 ini, di bulan Januari-April banyak sekali kasus DBD di Gunungkidul. Menurutnya tahun 2020 menjadi puncak DBD, dimana siklus 4 tahunan di Gunungkidul.

“Kalau di DIY siklus yang terjadi 4 tahunan, prediksi kami tahun ini yang tinggi,” paparnya.

Hampir setiap bulan memang ada DBD. Namun demikian selepas April lalu, jumlahnya menurun dan kembali ditemukan agak banyak pasien di bulan September.

“September 8 kemudian awal Oktober ini baru 1 terlaporkan,” tambahnya.

Adapun akumulasi kasus DBD di Gunungkidul sejak Januari mencapai 938, 4 orang pasien ini dinyatakan meninggal oleh medis setelah mendapatkan perawatan. Namun ternyata kondisinya semakin memburuk.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler