Connect with us

Pemerintahan

Badai Lanina Diperkirakan Lewati Gunungkidul, BPBD Ajak Masyarakat Sigap Hadapi Potensi Bencana Alam

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Metereologi Klimatologi dan Geologi telah mengeluarkan peringatan atas potensi Badai Lanina dari Samudra Pasifik. Badai ini diperkirakan melewati Bumi Handayani. Untuk itu masyarakat diminta agar selalu waspada dan sigap dalam menghadapi potensi bencana alam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Edy Basuki menjelaskan, sejumlah persiapan mitigasi bencana telah dilakukan. Setiap kali BPBD Gunungkidul mendapatkan perkiraan dari BMKG, pihaknya kemudian diteruskan ke seluruh anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat kalurahan.

“Kemudian untuk kapanewon Rabu kemarin kami sudah mengadakan koordinasi dengan 18 panewu (camat) di Gunungkidul,” ujar Edy, Jumat (16/10/2020).

Dalam koordinasinya, Edy menekankan stakeholder di tingkat kapanewon selalu mengingatkan masyarakat agar bersiap menyambut musim pancaroba. Sejauh ini, bencana hedrometologi masih sering terjadi di kala musim penghujan.

Berita Lainnya  Disdikpora Menuju Era Digital, Legalisir Ijazah Dan Layanan Lainnya Bakal Jauh Lebih Mudah

“Bencana seperti tanah longsor, banjir genangan juga angin puting beliung yang lazim terjadi, masyarakat harus sedini mungkin melakukan mitigasi,” imbuh Edy.

Ia menekankan, masyarakat harus terampil melakukan pemangkasan pohon-pohon yang rawan tumbang. Terlebih pepohonan yang berada di dekat jaringan listrik dan juga rumah.

“Apalagi juga banjir genangan sering sekali terjadi, masyarakat jangan sampai membuang sampah sembaramgan,” ujarnya.

Edy sendiri menyoroti keberadaan luweng yang seringkali justru dijadikan tempat sampah. Ia meminta masyarakat terampil membersihkan luweng untuk memperlancar masuknya air hujan ke sungau bawah tanah.

“Kami sudah melakukan revitalisasi, ada dua luweng di Purwosari dan juga di Semanu. Kami minta masyarakat secara mandiri mempersiapkan mitigasi, harapannya agar jika nanti Badai Lanina datang tidak sefatal saat Siklon Cempaka 2017 lalu,” tutupnya.

Berita Lainnya  Geopark Gunungsewu di Tengah Desakan Investasi Penambangan, Industri dan Pariwisata

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler