fbpx
Connect with us

Politik

Para Pemuda Calon Kepala Desa, Janjikan Politik dan Kebijakan Yang Fresh

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari, (pidjar.com)–Dunia politik nampaknya saat ini telah merambah ke berbagai kalangan. Banyak anak muda yang mulai tekun mengamati perkembangan politik hingga yang berani terjun langsung ke dalam kerasnya dunia ini. Yang menarik, saat ini trend ketertarikan para generasi muda juga merambah ke arena Pilkades. Sebuah hal yang menarik lantaran sebelumnya, jabatan Kepala Desa dianggap sebagai jatah dari tokoh-tokoh dari kalangan tua.

Dalam rangkaian proses pendaftaran calon kepala desa ke desa-desa pada Minggu (29/09/2019) kemarin, sejumlah tokoh pemuda di sejumlah desa secara resmi turut ambil bagian. Sedikitnya ada tiga nama pemuda yang berasa dari berbagai latar belakang mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa.

Calon Kepala Desa Kepek, Wahyu Wibowo

Yang pertama adalah Calon Kepala Desa Kepek, Wahyu Wibowo. Pria kelahiran 25 Oktober 1987 ini berlatar belakang sebagai wartawan. Kepada pidjar.com, pria yang akrab dipanggil Juju tersebut berniat kuat membangun desa tempat ia dilahirkan lantaran keprihatinannya terhadap sikap apatis kaum muda terhadap politik. Padahal dalam era demokrasi seperti sekarang ini, politik adalah kekuatan utama dalam penentuan kebijakan. Berbagai macam jabatan kekuasaan pun didapat melalui proses politik.

“Kalau kaum muda bersikap apatis terhadap politik, kemudian enggan terjun langsung maka dipastikan tidak akan ada perunahan yg berarti. Sikap kita dapat dipastikan akan menentukan nasib banyak orang bukan hanya kaum muda, selama 5 tahun ke depan,” ujar dia kepada pidjar.com, Senin (30/09/2019).

Menurutnya, berpolitik bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab generasi tua saja. Akan tetapi, anak muda juga harus terlibat untuk menyuarakan aspirasinya agar didengar dan bahkan diwujudkan. Dengan berbagai macam ide yang fresh, tentu saja peran kaum muda saat ini menurut Juju akan mengambil peran yang sangat penting.

Berita Lainnya  SK Gubernur Turun, 2 Anggota DPRD Gunungkidul Anyar Akan Dilantik Jumat Esok

“Kami akan melakukan berbagai macam pendekatan kepada masyarakat, akan mengajak kaum muda peduli dengan perkembangan desa, inovasi desa dan inovasi desa,” kata Wahyu.

Calon Kepala Desa Semanu, Heri Sulistyo

Setelah Juju, ada nama Heri Sulistyo atau yang akrab dipanggil Heri Fosil yang menjadi Calon Kepala Desa Semanu. Berbagai program telah ia siapkan untuk membangun Desa Semanu, khususnya pada ekonomi masyarakat. Optimalisasi sektor pariwisata sendiri menjadi andalan program dari Heri.

“Seperti yang kita ketahui, Desa Semanu ini merupakan jalur utama wisatawan dari timur seperti Pacitan, Solo dan daerah lain, tapi selama ini kami hanya mendapatkan debu wisata. Saya tidak akan fokus pada pembukaan obyek wisata, tapi memanfaatkan peluang, agar tak sekedar mendapatkan bledug kendaraan,” terang Heri.

Saat disinggung mengenai cost politik sendiri, ia memang sejak awal pencalonannya berniat tak akan melakukan politik transaksional. Pria yang memang aktif di bidang pengembangan wisata tersebut meyakini, masyarakat saat ini sudah sangat cerdas dan mengutamakan program daripada politik transaksional.

“Jika masyarakat mempercayai, saya berniat akan mengembangkan kawasan strategis Desa Semanu sebagai kawasan ekonomi tumbuh. Saya lebih senang adu program daripada adu uang,” paparnya.

Calon Kepala Desa Ngalang, Eko Hardiyanto

Yang terakhir adalah Calon Kepala Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Eko Hardiyanto atau akrab dipanggil Eko Sigon. Selama ini, Eko dikenal sangat aktif dalam berbagai bidang, diantaranya adalah dalam dunia wisata, sosial dan karang taruna. Kepada pidjar.com, terjunnya Eko Sigon ke dunia politik ini lantaran besarnya potensi dari desanya. Selama ini, potensi yang ada belum termanfaatkan secara maksimal. Dengan berbagai ide di benaknya, kemudian timbul niatnya untuk mengabdi.

Berita Lainnya  Musim Kampanye Pemilu Telah Dimulai, Maraknya Praktek Politik Uang dan Perjudian Diwaspadai

“Awalnya belum tertarik untuk merambah dunia politik desa, namun karna banyaknya dorongan dan harapan dari warga masyarakat,maka saya fikir ini adalah suatu panggilan jiwa untuk mengabdi,” jelas Eko.

Awalnya, ia berprinsip mengabdi dan bermanfaat bagi orang banyak itu tidak menunggu harus menjadi pejabat. Namun cukup melakukan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing pengabdian bisa bermanfaat untuk banyak orang pun terwujud.

“Untuk kapasitas tentu akan lebih luas jika kita memegang tampuk pimpinan desa yaitu sebagai kepala desa atau lurah yang mempunyai kuasa penentu kebijakan yang lebih kuat dibanding sebagai orang biasa seperti saya sekarang ini,” ujar dia.

Dalam berpolitik iapun mengaku anti money politics, dalam bentuk apapun. Artinya ia tidak akan mengeluarkan uang atau barang untuk memikat hati warga dgn harapan dia memilihnya.

“Karena pemahaman saya memberikan sesuatu namun mengharapkan sesuatu dalam berpolitik itu termasuk gratifikasi, saudara kembarnya korupsi,” tandasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler